Setiap hari, Dinas Kominfo Terima Ratusan Pengaduan Korban Gempa

MATARAM — Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, setiap hari menerima ratusan pengaduan dari korban gempa bumi selama masa tanggap darura melalui “call center” panggilan darurat 112.

“Selama masa tanggap darurat, setiap hari petugas kami menerima ratusan pengaduan dari para korban gempa bumi. Jenis pengaduan mereka rata-rata terkait pendistribusian bantuan logistik yang belum merata,” kata Kepala Seksi Layanan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram Lalu Farhurrahman di Mataram, Senin (27/8/2018).

Dikatakannya bahwa dari panggilan darurat yang masuk sebagian besar berasal dari daerah yang terdampak bencana gempa bumi besar yakni dari daerah Kabupaten Lobok Utara dan Lombok Timur.

Warga maysarajat itu, katanya, rata-rata mengadu belum mendapat bantuan sembako, tenda, kesulitan mendapatkan air bersih dan kebutuhan dasar lainnya.

Pengaduan para korban gempa bumi itu masuk ke sentra pelayanan atau panggilan darurat 112 Kota Mataram, sebab pelayanan ini menasional sehingga provider dari mana saja bisa masuk asalkan menggunakan nomor provider dalam daerah dan tetap gratis sedangkan nomor luar daerah tidak bisa menjangkau.

“Kendati dari luar Mataram, pengaduan tetap kami terima dan menindaklanjutinyat ke aparat terkait, dan kami tetap memprioritaskan penanganan pengaduan-pengaduan dari warga Kota Mataram yang juga terdampak gempa bumi meski tidak separah di Lombok Utara dan Lombok Timur,” katanya.

Fathurrahman mengatakan, sejak terjadi gempa bumi pada Minggu malam (5/8), tim “call center” siaga 24 di posko penanganan bencana yang berada di halaman kantor wali kota.

Kebijakan tersebut diambil untuk memudahkan koordinasi dan tindak lanjut terhadap kebutuhan mendesak warga kota yang hingga saat ini masih banyak menjadi pengungsi sehingga berbagai pelayanan dasar di pengungsian harus bisa terpenuhi.

“Untuk petugas, kami tetap disiagakan masing-masing tiga orang dalam tiga sif,” ujarnya.

Mengenai panggilan iseng, menurutnya, hampir tidak ada sebab kondisi masyarakat saat ini serius saat menggunakan fasilitas kedaruratan.

“Panggilan ke 112 yang dilakukan masyarakat saat ini lebih serius dan memang dalam kondisi darurat membutuhkan bantuan,” ujarnya. [Ant]

Lihat juga...