Revitalisasi Pasar 1,8 Hektare, Butuh Rp26 Miliar

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan, revitalisasi pasar seluas 1,8 hektar menghabiskan anggaran cukup fantastis, mencapai Rp26 miliar. Dengan dana tersebut Pemprov DKI juga membenahi kios-kios yang ditempati sebanyak 1.800 pedagang.

“Pasar Kramat Jati kita sudah lakukan revitalisasi, kita menelan dana hampir Rp26 miliar karena cukup besar 1,8 hektar. Kemudian dengan 1.800 pedagang, pasar ini akan dinilai sebagai pasar yang berstandar nasional atau SNI berikutnya,” ucap Arief di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (14/8/2018).

Dia menjelaskan, pihaknya menambah peralatan kebersihan, truk sampah, serta penjaga pasar selama 24 jam lamanya.

“Truk-truk kebersihan sudah stand by dan kemudian kita juga selalu stand by untuk terus menjaga supaya kebersihan tetap terjaga karena pasar ini unik, 24 jam. Jadi kalau malam itu kaki lima cukup banyak,” tuturnya.

Dia berharap, revitalisasi ini bisa membuat pedagang kaki lima (PKL) yang ada di depan Pasar Kramat Jati, di Jalan Raya Bogor, masuk ke dalam.

“Pasar ini unik 24 jam. Kalau malam ada kaki lima yang cukup banyak dan berada di dalam pasar. Harapannya juga adalah Jalan Raya Bogor sudah tidak ada lagi kaki lima yang terbengkalai, kemudian semaunya. Mereka bisa kami akomodir ada di dalam pasar,” katanya.

Menurut dia, PKL tidak seharusnya merasa perlu takut kehilangan pelanggan. Biaya sewa di pasar itu sekitar Rp8.000 sampai Rp10.000 per hari.

Arief juga mengatakan, kondisi toilet di Pasar Kramat Jati sudah seperti di mal. Pemadam kebakaran dan hydrant juga tersedia. Lalu tempat parkir juga sudah menggunakan konsep modern dengan autogate. Pasar Kramat Jati, kata Arief, telah menjadi pasar berstandar nasional.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, meresmikan revitalisasi Pasar Kramat Jati, yang baru rampung dikerjakan. Menurutnya, dengan revitalisasi pasar yang memakan biaya sebesar 26 miliar ini, Anies berharap, PD Pasar Jaya untuk menjaga semua fasilitas yang sudah disediakan di atas lahan pasar seluas 1,8 hektar.

Anies mengatakan, dirinya menitipkan pasar Kramat Jati kepada PD Pasar Jaya untuk menata dan menjaga pasar tertua di Jakarta ini.

“Saya minta itu dijaga baik-baik, perbaikan akan mendapatkan kesejahteraan, para pembeli pulang dengan rasa puas. Saya pesan untuk dijaga,” kata Anies.

Bila dibanding dengan suasana sebelumnya, Anies mengklaim, saat ini pasar Kramat Jati jauh lebih nyaman digunakan oleh para pedagang atau pembeli.

“Kebersihannya terjaga dan manajemennya rapi yang berjualan pun mendapatkan suasana yang nyaman. Bila dibandingkan suasana Kramat Jati sekarang terasa sekali perbedaannya,” ujarnya.

Dia pun menyarankan kepada masyarakat untuk terus memberikan kritik dan saran perbaikan terkait pengelolaan pasar tradisional. Terlebih pihaknya bakal terus melakukan perbaikan pasar tradisional.

“Jadi harus terus menerus melakukan perbaikan. Kita ingin agar pasar tradisional satu sisi mensejahterakan, di sisi lain menjaga seluruh hubungan sosial antarwarga,” tuturnya.

Anies menjelaskan tujuan peremajaan pasar yang beroperasi selama 1 x 24 jam ini untuk meningkatkan kegiatan pasar tradisional dengan tata cara modern.

Dia berharap dengan wajah baru pasar Kramat Jati ini bisa meningkatkan kesejateraan hidup masyarakat yang kesehariannya berdagang di kawasan ini.

“Bagi masyarakat silakan datang ke Pasar Kramat Jati. Rasakan bedanya dan harapan kesejahteraan akan meningkat. Baik bagi penjual maupun mereka yang ada di sekitar pasar Kramat Jati,” ujarnya.

Diketahui dalam peresmian pasar tersebut, Anies dan Direktur Utama PD Pasar Jaya bersama pedagang dan pegawai Pasar Jaya secara simbolis memberikan bantuan untuk korban gempa bumi bagi saudara-saudari yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar Rp150 juta.

Lihat juga...