Momen HUT RI, Penjual Bendera Panen Rejeki

Editor: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Menjual umbul-umbul dan bendera merupakan salah satu usaha yang dilakoni warga Garut Jawa Barat, jelang HUT Kemerdekaan RI di bulan Agustus. Para penjual tersebut banyak yang berdatangan ke Kota Maumere menjajakan dagangan.

“Biasanya kami datang bulan Juli pertengahan atau awal, tergantung rute kapal Pelni. Kalau tahun lalu, hanya 6 orang saja. Tetapi tahun ini ada 16 orang yang terbagi dalam 3 kelompok,” sebut Danang, salah seorang penjual bendera dan umbul-umbul di Taman Kota Maumere, Selasa (14/8/2018).

Danang mengakui, dirinya baru tahun 2018 berjualan bendera dan umbul-umbul di Kota Maumere. Diajak oleh temannya yang berasal dari Garut dan menetap di Bandung. Saat bulan Agustus biasanya banyak yang membeli bendera dan umbul-umbul.

Edi Hariyadi salah seorang pedagang umbul-umbul dan bendera
yang setia berjualan di Kota Maumere. Foto : Ebed de Rosary

“Kami empat orang kontrak satu rumah sampai dua bulan. Pertengahan bulan Juli kemarin sudah tiba di Maumere dan mulai berjualan di dekat taman kota. Penghasilan lumayan bagus dalam sehari bisa laku sampai tiga juta rupiah,” tuturnya.

Edi Haryadi, penjual bendera dan umbul-umbul yang sejak tahun 2009 selalu berjualan di Kota Maumere mengakui, dirinya tiba awal bulan Juli 2018 lalu bersama 4 orang temannya dari Bandung. Sementara teman yang lainnya tiba pertengahan bulan Juli 2018 sebanyak 12 orang.

“Tahun ini ada 16 orang dan kami berangkat naik kapal Pelni dari Surabaya. Penjualan tahun ini lebih baik bila dibandingkan dengan tahun kemarin. Sejak awal bulan Agustus kami bisa dapat uang 5 juta rupiah sehari,” tuturnya.

Edi memperkirakan, tahun 2018, dirinya bisa mengantongi keuntungan bersih hingga 10 juta rupiah selama 2 bulan berjualan di Kota Maumere. Sebab banyak pembeli dari desa yang memborong umbul-umbul dan bendera dalam jumlah banyak.

“Dalam sehari bisa ada yang beli sampai 6 juta rupiah dan kebanyakan mereka beli umbul-umbul. Kalau bendera Merah Putih biasanya perorangan yang membeli dan juga kantor pemerintah,” ungkapnya.

Edi mengakui, selain membawa bendera dan umbul-umbul, dirinya juga membawa beberapa baju kaus bola tim Indonesia sehingga bisa mendapatkan keuntungan tambahan namun jumlahnya tidak seberapa.

“Kalau tahun kemarin saya cuma dapat untung 5 juta rupiah saja setelah dipotong biaya makan minum, kos dan juga transportasi dari Bandung ke Maumere. Tapi, tahun ini yang jual bendera meningkat 3 kali lipat dari tahun lalu,” tuturnya.

Namun, Edi mengaku senang berjualan di Kota Maumere sebab banyak temannya yang berjualan di Sulawesi dan Ambon mengaku sering diusir Satpol PP. Tetapi di Maumere pihaknya hanya disuruh jualan di pinggir jalan saja. Tidak mengganggu aktivitas pejalan kaki.

“Setiap umbul-umbul dan bendera kami mendapatkan untung 10 ribu sampai 20 ribu rupiah. Semua barang dagangan kami ambil dari pedagang besar di Bandung. Setelah pulang baru kami setor uangnya. Kalau tidak laku barangnya, kami kembalikan,” pungkasnya.

Lihat juga...