Rekor Transaksi Uang Elektronik Tercipta di Sorong

Ilsutrasi medali muri - Dok CDN

SORONG – Sebanyak 1.500 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Sorong, Papua Barat, membuat rekor baru di Museum Rekor Indonesia (MURI), Jumat (10/8/2018). Rekor yang dicatatkan adalah, transaksi uang elektronik.

Rekor baru MURI yang tercipta yakni, pembelian alat perlengkapan sekolah menggunakan uang elektronik terbanyak. Uang elektronik yang dipergunakan adalah milik 1.500 pelajar tersebut. Kemudian pembagian uang elektronik kepada pelajar terbanyak yakni 1.500 kartu.

“Kalian perlu jaga kartu uang elektronik ini, karena seperti sama dengan uang tunai, kartu ini juga bisa digunakan untuk beli perlengkapan sekolah,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng kepada pelajar penerima uang elektronik di Aimas Convention Center (ACC) Sorong, Jumat (10/8/2018).

Penghargaan rekor diberikan kepada, Kantor Perwakilan BI Papua Barat, selaku tuan rumah pemecahan rekor. Pembagian uang elektronik tersebut, menjadi bagian kampanye Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) ke berbagai daerah se-nusantara. Beberapa penerbit uang elektronik yang terlibat dalam pembagian kepada pelajar itu, antara lain, PT. Bank Mandiri Persero Tbk dengan uang elektronik e-money, PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk (TapCash dan Your All Payment/YAP), dan PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (Brizzi).

Saldo yang diberikan melalui uang elektronik itu sekitar Rp30 ribu setiap kartu. Selain membagikan dan mensoalisasikan uang elektronik, serta memperkenalkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), Bank Sentral juga mengedukasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR). “Untuk memastikan keasilan uang rupiah, bisa dilakukan dengan 3D yakni Dilihat, Diraba dan Diterawang,” pungkas Sugeng. (Ant)

Lihat juga...