Tabur Puja Padang Fokuskan ke Pengembangan Usaha Kerajinan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Usaha kerajinan yang menjadi salah satu binaan Posdaya di Padang menjadi fokus pengembangan pada 2019 mendatang. Saat ini pendataan tengah dilakukan agar nantinya bisa mendapatkan pelatihan.
“Kita data dulu, dan tidak semua usaha menjahit yang mendapatkan kesempatan pelatihan itu. Karena sasaran kita ialah membantu usaha yang merupakan keluarga kurang mampu. Kalau yang sudah mampu dan telah memiliki sejumlah peralatan yang bagus, belum bisa kita masukan dalam daftar untuk ikut pelatihan,” kata Manajer Tabur Puja, Indra Putra di Padang, Selasa (17/7/2018).
Disebutkan, untuk bidang kerajinan seperti menjahit, anggota posdaya di kota padang masih tertinggal dari bidang lainnya, seperti usaha rumahan, warung kalontong, penjual gorengan meski sama-sama menikmati pinjaman.
“Cukup banyak usaha menjahit itu hanya memiliki satu mesin saja, yang dikerjakan di rumahnya sendiri, dan hanya memiliki perlatan seadanya. Mereka ditargetkan untuk bisa mengikuti pelatihan,” sebutnya.

Menurutnya, upaya Tabur Puja ialah mendukung perkembangan usaha rakyat. Karena jika usaha berjalan dengan baik, maka akan baik pula untuk kondisi ekonomi keluarganya.
“Dengan demikian akan turut berdampak kepada kelancaran pembayaran kredit dari anggota ke Tabur Puja,” terangnya.
Namun apabila dibiarkan saja, maka dapat dipastikan akan sulit bagi masyarakat kurang mampu untuk mengembangkan usahanya.
“Kita di Tabur Puja sangat menginginkan kondisi ekonomi rakyat itu benar-benar stabil. Tidak apa-apa jika kondisi fisik rumah belum begitu bagus. Tapi, jika bersungguh-sungguh dan serius dalam menjalani usaha. Keinginan untuk kondisi hidup yang lebih baik, akan terwujud,” sebutnya.
Untuk itu, Indra menegaskan, Tabur Puja akan melakukan berbagai upaya supaya masyarakat yang kurang mampu yang selama ini belum terjangkau oleh pemerintah, dalam hal pemerataan bantuan dalam modal usaha.Pihaknya akan membantu dengan menjalin kerjas ama dengan berbagai pihak, baik itu pemerintah maupun dengan pihak swasta.
“Contohnya dengan Baznas, kita bekerjasama untuk memberikan bantuan modal usaha kepada masyarakat yang selama ini mendapat binaan dari Posdaya. Hal itu sudah berjalan sejak tahun 2016 lalu, dan hingga kini masih berjalan,” ujarnya.
Indra menjelaskan sampai saat ini anggota Posdaya yang menikmati pinjaman modal usaha dari Tabur Puja telah melebihi angka dari 2.000 orang. Jumlah itu terus bertambah dari tahun ke tahun, dan begitu juga pertumbuhan usaha rakyat.
Diakuinya, target ke depan jika nanti para anggota telah mampu berdiri sendiri dan Posdaya pun berjalan sesuai harapan maka akan ada pengembangan Posdaya Mandiri dan hingga menargetkan menjadi koperasi.
“Cita-cita itu akan tercapai, apabila Tabur Puja terus menyasar rakyat kurang mampu, dan mengajak untuk bisa membuka usaha baru,” pungkasnya.