Kemenkop Gelar Pelatihan untuk Juru Bayar Koperasi
DENPASAR – Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan kompetensi bagi kasir, juru bayar, Lembaga Keuangan Mikro, dan pengelola koperasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing koperasi secara umum.
Plt Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Nuryanto di Denpasar, Minggu, mengatakan kualitas SDM koperasi dan UKM yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing, menjadi kunci bagi pelaku UKM untuk bisa bersaing dengan pelaku usaha lain.
“Sebagai pelaku UKM, kita sudah harus akrab dan mengimplementasikan hal-hal seperti profesionalisme, digitalisasi, go global, dan akuntabel,” ujarnya.
Rully menambahkan pada 2018 pihaknya menargetkan memberikan pelatihan berbasis kompetensi kepada 500 orang pengelola koperasi di seluruh Indonesia.
Wilayah yang disasar khususnya adalah Lampung, NTB, Sumbar, Maluku Utara, dan Bali.
Untuk di Bali, pelatihan berbasis kompetensi bagi UMK diikuti 90 orang dari kota Denpasar, Singaraja, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Sementara itu, Kadinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Dewa Indra Putra mengatakan, untuk bisa mengetahui tolak ukur keberhasilan pelatihan berbasis kompetensi bagi UKM, pihaknya akan mengadakan uji petik secara berkala ke koperasi maupun UKM yang mengikuti pelatihan.
“Uji petik kita rencanakan tiga bulan setelah pelatihan ini selesai, kita akan lihat apakah sudah ada perubahan atau peningkatan hal-hal yang menjadi tolak ukur seperti omzet, aset maupun tata kelola,” katanya.
Kemenkop dan UKM berharap segera setelah pelatihan selesai, peserta bisa mengimplementasikan pengetahuan yang didapat di koperasi masing-masing.
Beberapa materi pelatihan yang diberikan misalnya cara kasir menghitung uang dengan menggunakan jari, sampai materi yang lebih rumit seperti strategi mengatasi NPL (non performing loan) atau kredit macet.
Sejumlah peserta pelatihan, mengakui banyak manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan selama 3 hari ini sejak 29 Juni 2018.
Manajer Koperasi Coblong Pamor, Denpasar Selatan, I Dewa Gede Krisna Wirawan, mengatakan manfaat yang dirasakannya antara lain dalam pengelolaan kredit maupun cara penambahan modal.
Sedang Ketua Unit SP Koperasi Sanjiwani Gianyar, I Nyoman Sumiarsih, mengatakan setelah mengikuti pelatihan ia terbantu dalam membuat laporan keuangan koperasi dan solusi permasalahan koperasi.
Hal yang sama juga dirasakan juru buku KSP Sera Mandera, Dewa Gede Suryawan maupun, Kadek Aris Anggita, juru bayar di KSP Sari Pertama Denpasar. (Ant)