Jengkol Penyumbang Inflasi Terbesar di Padang
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat mencatat, inflasi di Kota Padang pada Juni 2018 sebesar 0,39 persen. Hal tersebut dikarenakan adanya peningkatan indeks pada empat kelompok.
Kepala BPS Sumatera Barat, Sukardi menjelaskan, empat kelompok itu yakni bahan makanan sebesar 0,48 persen; makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,67 persen; kesehatan sebesar 0,22 persen; transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,88 persen.
Sementara terkait komoditas, catatan BPS, jengkol berada pada urutan pertama penyumbang inflasi dengan angka 0,08 persen. Hal ini juga seiring tingginya kebutuhan selama lebaran.
“Jengkol ini memang selalu tercatat menjadi penyumbang inflasi di Padang. Selain kebutuhan tinggi, juga diakibatkan harga tergolong mahal jika dibandingkan cabai, yang sering merajai penyebab inflasi di Padang,” katanya, Selasa (3/7/2018).
Ia menyebutkan, jengkol menjadi menu favorit saat adanya pertemuan serta acara makan bersama. Selain itu, jengkol juga banyak dikelola menjadi kerupuk, yang dijual ke sejumlah rumah makan.
“Dari catatan kami harga jengkol ini naik sebesar 12,92 persen, dari harga sebelum Ramadan dan lebaran. Biasanya, usai lebaran harga jengkol kembali turun,” ujarnya.

Sukardi memperkirakan kebutuhan yang tinggi tidak hanya terjadi di Kota Padang, tetapi juga turut terjadi di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Jengkol ini di daerah Sumatera Barat bisa dikelola dengan berbagai masakan dan makanan seperti kalio hingga rendang jengkol.
Selain itu, Sukardi juga menyebutkan penyumbang inflasi lainnya yakni angkutan udara dengan besaran yang sama 0,08 persen dengan kenaikan tiket mencapai 5,96 persen jika dibandingkan dengan hari biasa.
“Untuk tiket pesawat ini memang selalu terjadi saat mudik lebaran. Karena dari berbagai maskapai penerbangan menaikan tarifnya. Bisa dikatakan harga pesawa di Padang ini turut diiringi dengan daerah Medan,” sebutnya.
Sukardi juga menyebutkan, selain ada kenaikan sejumlah harga, juga ada komoditas yang mengalami penurunan harga selama Juni 2018 di Kota Padang, di antaranya cabai merah, bawang putih, bawang merah, daging ayam ras, emas perhiasan, telur ayam ras, asam, sabun, diterjen, seri jeruk, daging sapi dan beberapa komiditi lainnya.