Inggris Danai Pembuatan 180 Sekat Kanal Gambut
DUMAI – Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) membangun 180 kanal sekat lahan gambut di lima provinsi. Pembuatannya mempergunakan dana dari The UK Climate Change Unit (UKCCU).
Direktur Eksekutif ICCTF Tonny Wagey menyebut, kelima provinsi tersebut adalah, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. “Ada 180 kanal yang dibangun,” ujar Tonny, saat mendatangi proses pembangunan sekat kanal bersama mitra lokal Riau Women Working Group (RWWG) di Kelurahan Mundam, Dumai, Riau, Jumat (6/7/2018).
Kanal-kanal tersebut diperkirakan mampu membasahi sekira 2.500 hektare lahan gambut. Selain sekat kanal, juga dibangun 660 sumur bor untuk kegiatan pemadaman api jika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut. Sumur tersebut dibangun di beberapa provinsi yaitu, Kalimantan Tengah ada 600 unit, sementara sisanya 60 unit dibangun di Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat.
Pengerjaan sekat kanal dan sumur bor dilakukan selama 2017-2018. Pengerjaan melibatkan mitra-mitra ICCTF di daerah. Sedangkan teknis standar model sekat kanal berasal dari Badan Restorasi Gambut (BRG).
Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Medrilzam selaku Sekretaris Majelis Wali Amanah (MWA) ICCTF pada kesempatan yang sama mengatakan, lokasi pembangunan sekat kanal di Kecamatan Medang Kampai, Dumai, pada awalnya merupakan hutan gambut dengan sistem hidrologi gambut yang terjaga.
Namun setelah dimanfaatkan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH), tutupan pohon menjadi hilang dan kanal-kanal dibuat. Hal itu akhirnya mengganggu kondisi hidrologi di lokasi tersebut. Gambut yang, menurut Medrilzam, sering dianggap sebagai batubara muda menjadi kering dan mudah tersulut api.
ICCTF didukung UKCCU membina kerja sama program dalam kerangka kerja Tata Kelola Hutan dan Lahan Gambut. Hal itu untuk mendorong upaya mengurangi emisi di Indonesia. Nilai pendanaannya mencapai sebesar 4.000.000 poundsterling dengan program di lima provinsi prioritas restorasi gambut yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Target utamanya, untuk melakukan restorasi lahan gambut bebas terbakar pada 26.167 hektare dan mengurangi titik api (fire hotspots) menjadi sebanyak 17.138 titik. Dampaknya diharapkan terwujudnya manajemen hutan dan lahan gambut yang akuntabel dan responsif terhadap kebakaran hutan di lima provinsi prioritas restorasi gambut.
ICCTF telah melakukan MoU dengan BRG menggunakan konsep 3R (rewetting, revegetation, revitalitazion local livelihood) untuk mengimplementasikan program di kawasan gambut. Salah satu yang dilakukan adalah, revitalisasi mata pencarian masyarakat lokal di Kecamatan Medang Kampai, Dumai, Riau, dengan menginisiai kelompok perempuan agar lebih berdaya dengan mengembangkan agroforestri jahe merah dan budi daya ikan lele dengan teknologi biofloc. (Ant)