IKM Kamang Kiawa Kembangkan Limbah Ikan Jadi Perhiasan

Ilustrasi - Produk IKM. Foto: Dokumentasi CDN

MANADO — Industri Kecil Menengah (IKM) Kamang Kiawa mengembangkan limbah ikan menjadi perhiasan yang menarik serta memiliki nilai jual yang tinggi.

“Sudah sekitar empat bulan usaha perhiasan dari limbah ikan ini kami tekuni,” kata anggota IKM Kamang Kiawa Melisa Pitoy di Manado, Senin (2/7/2018).

Melisa mengatakan IKM Kamang Kiawa ini merupakan binaan dari BP3TKI Manado, karena semua anggota kelompok Kamang Kiawa ini merupakan mantan-mantan TKI.

“Jadi, disaat kami tidak lagi menjadi TKI di Hongkong, Malaysia dan Jepang, sehingga melakukan usaha ini, agar pendapatan keluarga tetap ada,” kata Melisa.

Hal senada juga dikatakan Ivone Tampanguma, pihaknya mengambil bahan baku dari sejumlah pasar tradisional baik di Pasar Kiawa Minahasa, Pasar Tondano dan juga Pasar Manado.

“Kami memilih sisik ikan yang terbaik dan bisa dijadikan perhiasan seperti kalung, gelang, anting dan penghias pakaian lainnya,” jelasnya.

Saat ini, katanya, Kamang Kiawa sudah memproduksi ratusan jenis perhiasan dari limbah ikan tersebut.

“Pemasaran masih lokal yakni seputaran Minahasa, Tomohon dan Manado, juga jika ada pesanan melalui BP3TKI pasti akan kami penuhi,” jelasnya.

Juga, katanya, produk perhiasan dari limbah ikan ini sudah beberapa kali mengikuti pameran di Kota Manado, dan minat masyarakat membeli cukup baik.

“Sehingga, kami akan terus berinovasi memberikan hasil yang terbaik, agar berdaya jual tinggi,” jelasnya.

Ketua Komunitas Wirausaha Sulut (KWS) Servie Kilis mengatakan pihaknya mendorong semua pelaku usaha, wirausaha baru di Sulut agar terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk.

“Kami akan memfasilitasi sehingga produk pelaku usaha Sulut selain dipasarkan secara lokal juga bisa nasional,” jelas Servie. [Ant]

Lihat juga...