Evakuasi Ratusan Wisatawan di Rinjani, TNGR Gandeng TNI
Editor: Mahadeva WS
MATARAM – Proses evakuasi terhadap ratusan wisatawan pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani, dilakukan petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Lombok dengan menggandeng aparat TNI. Para pendaki tersebut terjebak setelah adanya bencana gempa bumi yang mengakibatkan longsor.
“Senin (30/7/2018), proses evakuasi wisatawan kembali dilakukan petugas TNGR bersama aparat TNI menggunakan helikopter,” kata petugas TNGR Ahmad Nurcholis, melalui pesan singkat, Senin (30/7/2018).
Selain 20 orang aparat TNI, proses evakuasi juga dibantu tim medis enam orang, 20 orang Mapala dan 10 orang anggota Brimob. Proses evakuasi menggunakan helikopter milik TNI melalui jalur pendakian Sembalun, Lombok Timur.
Berdasarkan data sementara TNGR, jumlah wisatawan yang telah berhasil dievakuasi mencapai 680 orang. Sementara jumlah wisatawan yang terdaftar melakukan pendakian pada 27 dan 28 Juli 2018 ada 820 orang. “Itu baru data sementara dan kemungkinan akan bertambah, karena belum termasuk pengunjung yang melakukan pendakian pada 25 dan 26 Juli 2018,” tambahnya.
Jumlah wisatawan yang masih terdapat di kawasan Rinjani mencapai 500 orang. 135 orang diantaranya merupakan wisatawan asing. Ratusan pendaki tersebut masih terjebak di jalur pendakian, karena longsor akibat gempa bumi terjadi di dua titik, antara lain kilometer 10 jalur Sembalun dan Batu Ceper.
Sebelumnya, Kepala TNGR, Sudiyono mengatakan, akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter, ratusan wisatawan terjebak di kawasan Rinjani. Petugas masih mengawal para pendaki yang tidak bisa turun dan diarahkan untuk tetap tenang dan berada di tempat yang aman dari longsor sampai bantuan tiba. Pendakian ke Rinjani untuk sementara waktu juga ditutup juga ditutup.