Bappenas Apresiasi Perpustakaan Seru Bangun Masyarakat Berpengetahuan
YOGYAKARTA — Kepala Sub Direktorat Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Didik Darmanto, mengapresiasi Perpustakaan Seru (PerpuSeru) dalam membangun masyarakat berpengetahuan melalui ikhtiar kolektif untuk menumbuhkan tradisi dan budaya baca.
“Literasi adalah pembentuk utama masyarakat berpengetahuan. Perpustakaan memainkan peran penting sebagai pembentuk ‘literate society’, di mana PerpuSeru menjadi bagiannya,” kata Didik dalam Festival “Lapak PerpuSeru” di Yogyakarta, Jumat.
Saat ini, menurut dia, literasi telah diadopsi sebagai salah satu indikator penting dalam pembangunan yang memiliki dampak sosial ekonomi.
Berkaitan dengan hal itu, pemerintah mendorong kebijakan transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 menjadi kegiatan Prioritas Nasional-Penguatan Literasi untuk Kesejahteraan.
“Kebijakan itu diharapkan mampu meningkatkan peran perpustakaan dalam pembangunan sosial ekonomi,” kata Didik.
Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia, Titie Sadarini, mengatakan PerpuSeru yang diluncurkan sejak 2011 telah meletakkan fondasi transformasi perpustakaan berbasis teknologi dan menjadikannya pusat belajar literasi.
“Melihat keberhasilan dampak pembangunan kesejahteraan, khususnya masyarakat perdesaan, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI yang didukung Bappenas, pada 2019 akan mereplikasi program PerpuSeru menjadi salah satu strategi pengentasan warga miskin melalui pemanfaatan perpustakaan untuk membangun kesejahteraan masyarakat, dalam kegiatan Prioritas Nasional,” katanya.
Ia mengatakan, “Lapak PerpuSeru”, yang digelar di Ambarrukmo Plaza, adalah kegiatan Coca-Cola Foundation Indonesia yang mempersembahkan ratusan hasil karya dari orang-orang yang berhasil dan memiliki dampak perubahan kualitas hidup dari program PerpuSeru.
Mereka berasal dari berbagai daerah memperlihatkan kreativitasnya mulai dari pakaian, kerajinan tangan, makanan khas daerah hingga beragam olahan kopi.
“Kami ingin memberikan inspirasi melalui perpustakaan dalam membentuk masyarakat yang produktif secara ekonomi. Lonjakan pengunjung perpustakaan juga tercatat signifikan yang kemudian melahirkan berbagai usaha dengan mengangkat potensi masyarakat lokal,” katanya.
Selain itu, Coca-Cola Foundation Indonesia juga menyerahkan “Buku Panduan Transformasi Perpustakaan yang Berkelanjutan” kepada Perpusnas RI dan Bappenas, yang disusun berdasarkan panduan “Global Library Development” dari Bill & Melinda Gates Foundation.
“Coca-Cola Foundation Indonesia juga meluncurkan buku ‘Meraih Asa Lewat Literasi’, yang mengangkat kisah nyata dari orang-orang yang berhasil dan memiliki dampak perubahan kualitas hidup dari program PerpuSeru,” kata Titie.
Kepala Perpusnas RI Muhammad Syarif Bando mengatakan PerpuSeru telah menyebarkan kisah-kisah sukses mereka yang memanfaatkan layanan perpustakaan.
“Kesuksesan PerpuSeru menarik perhatian pemerintah untuk mendorongnya menjadi kegiatan Prioritas Nasional, karena membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan literasi,” katanya. (Ant)