Air Terjun Murukeba, Perlu Gencar Dipromosikan
Editor: Satmoko Budi Santoso
ENDE – Pesona air terjun Waturaka di Desa Waturaka Kecamatan Kelimutu merupakan sebuah objek wisata alam yang mulai ramai disambangi wisatawan. Harus terus dijaga dan dikembangkan oleh masyarakat untuk mendapatkan pemasukan.
“Kami sudah melakukan pendampingan agar kelompok masyarakat yang sudah terbentuk bisa mengelola objek wisata ini dan mendatangkan pemasukan bagi masyarakat dan desa sendiri,” ujar Nando Watu, pendamping kelompok masyarakat, Minggu (1/7/2018).
Kepada Cendana News, Nando mengatakan, selain menjaga dan merawat keindahan air terjun, pemerintah desa atau kecamatan maupun Dinas Pariwisata Kabupaten Ende juga perlu melakukan promosi agar bisa lebih dikenal wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Lokasinya sangat strategis karena dekat sekali dengan destinasi wisata populer di dunia yakni Danau Kelimutu dan merupakan satu jalur jalan menuju Kelimutu. Untuk itu, wisatawan bisa diarahkan berkunjung ke tempat ini,” tuturnya.
Selain melakukan promosi, harap Nando, perlu juga dibangun jalur jalan yang lebih baik meskipun tidak diaspal atau disemen. Namun bisa juga menggunakan batu kerikil dan ditata. Termasuk menjaga kebersihan di area air terjun maupun sepanjang jalur tracking ke tempat ini.
“Promosi bisa dilakukan dengan menggandeng agen tour dan travel ataukah juga dengan pemilik hotel dan homestay. Baik di Kecamatan Kelimutu maupun di kota Ende. Bisa juga melalui website milik desa dengan memasukkan beberapa objek wisata di sekitar Danau Kelimutu agar menjadi satu paket wisata,” harapnya.
Selain itu, tambah Nando, perlu juga dibangun pondok sebagai tempat bersantai atau melepas lelah dengan menggunakan bahan lokal seperti bambu dan atap dari ijuk atau ilalang. Juga kamar mandi atau wc untuk pengunjung yang hendak beristirahat lama di tempat ini.
Kepala Desa Waturaka, Aloyisius Jira Loi mengatakan, pengelolaan air terjun Murukeba memang dilakukan oleh pihak desa dengan menyerahkan kepada kelompok sadar wisata di desa tersebut. Sebagian pemasukan retribusi diberikan kepada desa.
“Pemerintah desa selalu berupaya sesuai kemampuan untuk mengelola berbagai tempat wisata. Setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari lembaga swadaya masyarakat. Kami selalu berupaya untuk mengembangkan objek wisata ini termasuk agro wisata yang ada di desa kami,” tuturnya.
Jira Loi menjelaskan, awalnya air terjun Murukeba di desanya belum dikelola dengan maksimal. Namun sejak ada pendampingan dari LSM Swiss Contact, warga desa mulai sadar untuk mengembangkan. Setiap wisatawan yang datang dimintai retribusi sebesar Rp2500 untuk turis lokal dan Rp5.000 untuk turis asing.
“Pemerintah desa dan masyarakat telah bersepakat untuk mengelola objek wisata ini. Namun tentunya harus mendapat pendampingan dan bimbingan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Ende agar objek wisata ini bisa lebih dikenal dan ramai disambangi wisatawan,” pungkasnya.