97 Lansia di Balikpapan Terima Bantuan ASLUT

Editor: Satmoko Budi Santoso

Pemberian layanan BPJS Kesehatan Oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi secara simbolis - Foto Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – Sebanyak 97 warga lanjut usia menerima bantuan Asistensi Sosial Lansia Terlantar (ASLUT) yang merupakan bantuan sosial non tunai melalui ATM bagi lanjut usia terlantar. Program tersebut dari Kementerian Sosial RI untuk memenuhi kehidupan yang layak melalui dana tersebut. 
Untuk Balikpapan sendiri terdapat 97 lansia dengan nilai Rp194 juta di tahun 2018 ini. Teknis pemberian dana ini bersamaan dengan Program Keluarga Harapan (PKH), yaitu secara bertahap sebanyak 4 kali setiap tahun, dengan jumlah Rp500 ribu per tahap per lansia.
“Penerima Aslut dengan kriteria usia 60 tahun keatas, sakit menahun dan hidupnya bergantung pada orang lain, hanya bisa berbaring di tempat tidur, tidak memiliki sumber penghasilan/miskin,” papar Kepala Dinas Sosial Balikpapan, Abdul Aziz usia peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), Kamis (19/7/2018).
Menurut Abdul Aziz, kapasitas lansia sebagai penduduk senior memiliki kebijakan, kearifan dan pengalaman berharga dapat dijadikan teladan bagi generasi penerus untuk menentukan arah kehidupan pembangunan nasional yang akan datang.
“Sehingga kami selalu menekankan dan mengutamakan pada ikatan kekeluargaan pada nilai luhur keagamaan dan budaya yang menghargai peran serta kedudukan lanjut usia dalam keluarga,” ujar Abdul Aziz.
Pada peringatan Hari Lansia ini tidak hanya memberikan bantuan kepada 97 Lansia, akan tetapi bantuan sembako dari Pemerintah Kota, 12 unit kursi roda dan 1 unit tongkat dari Provinsi Kaltim.
Dia menambahkan dalam meningkatkan kesejahteraan para lansia pemerintah telah berperan melalui program Aslut serta program day care dan homecare yang dananya bersumber dari Kementerian RI.
“Harapannya melalui program itu bisa sangat bermanfaat dalam kelangsungan hidup bagi lansia yang tidak memiliki penghasilan,” tutupnya.
Lihat juga...