Wisatawan Dominasi Arus Penyeberangan Pejalan Kaki di Pelabuhan Bakauheni

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Penumpang pejalan kaki pengguna kapal roll on roll off (roro) di pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan mulai terlihat mengalami kenaikan pada akhir pekan.

Meski belum memasuki musim angkutan lebaran, sejumlah calon penumpang pejalan kaki yang akan membeli tiket terlihat memadati lobi loket penjualan tiket di pelabuhan Bakauheni Lampung.

Johan (27) salah satu calon penumpang pejalan kaki menyebut dirinya bersama rekan-rekan melakukan perjalanan wisata ke Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran.

Johan menyebut bersama sekitar 41 rekannya melakukan perjalanan wisata mengisi waktu liburan sebelum arus lebaran berlangsung. Menggunakan jasa agen perjalanan wisata, Johan menyebut sengaja berkunjung saat destinasi wisata tersebut dengan biaya Rp500.000 dari Serpong dan meeting point di Merak.

Johan salah satu wisatawan asal Serpong sepulang dari pulau Pahawang Pesawaran [Foto: Henk Widi]
Selain rombongan dari Serpong beberapa rombongan wisatawan lain diakuinya berangkat sejak Kamis (31/5) bersama rombongan lain.

“Keberangkatan dari Merak kemarin, penumpang pejalan kaki cukup sepi. Tetapi saat pulang kondisi cukup ramai saat akan membeli tiket pejalan kaki,” terang Johan, salah satu wisatawan asal Serpong, saat ditemui Cendana News di lobi penjualan tiket pejalan kaki Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (3/6/2018).

Johan menyebut, sengaja melakukan perjalanan sebelum angkutan lebaran menghindari kemacetan di jalan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, saat ini pelayanan di loket penjualan tiket pejalan kaki dilengkapi dengan beragam fasilitas.

Sejumlah fasilitas di antaranya ruang ibu dan anak, charging box, area bermain anak serta fasilitas lain yang cukup nyaman. Sistem penjualan tiket disebutnya cukup mudah karena sudah ditangani oleh agen perjalanan wisata.

“Kami tidak perlu antri dan berdesakan cukup menyertakan KTP sebagai identitas manifes penumpang,“ papar Johan.

Johan tiga kali mengunjungi Lampung dengan destinasi wisata di antaranya Pulau Pahawang, Teluk Kiluan dan Gunung Krakatau. Menginap selama dua hari di Pulau Pahawang saat perjalanan pulang ke Serpong dengan menggunakan kapal laut, di loket tiket pejalan kaki terlihat cukup ramai.

Penumpang pejalan kaki dari pulau Sumatera menuju ke pulau Jawa rata-rata merupakan warga yang ingin pulang kampung sebelum angkutan lebaran.

Saipul, salah satu petugas tiket yang berjaga di tiket barrier menyebut sejak pagi sejumlah calon penumpang didominasi oleh wisatawan. Wisatawan disebutnya datang secara bergelombang dari wilayah Lampung di antaranya dari Jakarta dan Tangerang. Satu rombongan wisatawan rata-rata terdiri dari 40 hingga 50 wisatawan yang akan naik ke kapal laut.

Anton Murdianto (bertopi) General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni [Foto: Henk Widi]
“Calon penumpang kapal yang akan naik ke kapal didominasi oleh wisatawan sebagian penumpang yang mudik ke kampung halaman,” tutur Saipul.

Mengantisipasi peningkatan arus pejalan kaki yang meningkat, PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyediakan fasilitas untuk penumpang pejalan kaki.

Sejumlah fasilitas di antaranya loket eksisting sebanyak 5 loket dan tambahan sebanyak 9 loket. Loket kendaraan roda 2 semula sebanyak 1 loket menjadi sebanyak 7 tambahan, loket roda 4 eksisting sebanyak 8 dengan tambahan sebanyak 9 unit. Bagi calon penumpang, toilet tersedia sebanyak 10 lokasi dengan sebanyak 69 toilet permanen dan sebanyak 7 toilet portable.

Bagi pemudik pejalan kaki memenuhi kebutuhan masyarakat akan pengisian daya telepon seluler disiapkan satu boks charging box. Charging box tersebut menurut Anton Murdianto, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni ditempatkan di lobi pembelian tiket dan ruang tunggu atas pelabuhan Bakauheni dengan sebanyak 20 lubang charger.

“Selain charging box untuk calon penumpang disediakan juga ruang bermain bagi penumpang yang membawa anak-anak,” terang Anton Murdianto.

Kepadatan arus penumpang pejalan kaki di pelabuhan Bakauheni didominasi wisatawan [Foto: Henk Widi]
Hingga saat ini, arus penumpang pejalan kaki terlihat sudah mulai mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa. Calon penumpang pejalan kaki dari pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sebaliknya, masih didominasi.

Arus penumpang yang akan mudik disebutnya akan mulai terlihat sejak H-6 lebaran yang akan terjadi pada Sabtu (9/6) mendatang bersamaan dengan libur anak sekolah dilanjutkan liburan cuti bersama.

Lihat juga...