Tahun Ajaran Baru, Harga Kebutuhan Sekolah, Meningkat

Editor: Satmoko Budi Santoso

PESISIR SELATAN – Libur panjang Lebaran yang beriringi dengan masuknya tahun ajaran baru, membuat sejumlah penjualan kebutuhan sekolah menjadi meningkat.

Kebutuhan sekolah yang paling banyak dibeli orang seperti buku tulis, tas, sepatu, dan seragam sekolah. Rata-rata yang banyak membeli kebutuhan sekolah itu merupakan pelajar Sekolah Dasar dan SMP.

Salah seorang wali murid, Anita, yang menemani anaknya berbelanja sepatu sekolah di Pasar Minggu Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengatakan, saat ini adalah momen pengeluaran yang banyak untuk membeli sejumlah kebutuhan.

“Kebutuhan yang dibeli ada sepatu, buku, kalau tas masih layak pakai. Tapi, harganya mahal jika dibandingkan hari biasa,” katanya, Minggu (24/6/2018).

Ia menyebutkan, untuk harga buku tulis satu kodi mencapai Rp50.000. Kalau pada hari biasa per kodi itu Rp45.000. Begitu juga untuk harga sepatu sekolah yang warna hitam, juga mengalami kenaikan. Biasanya Rp70.000 – Rp80.000 untuk satu pasang sepatu, sekarang mencapai Rp100.000.

Menurutnya, meski kondisi harga kebutuhan sekolah lebih mahal, mau tidak mau dirinya harus mengeluarkan uang yang banyak. Apalagi ada tiga orang anak yang akan dibeli kebutuhan sekolahnya.

Misalnya, untuk satu orang anak menghabiskan belanja kebutuhan sekolah Rp500.000, maka untuk tiga orang anaknya, Anita harus membayarkan kebutuhan sekolah sebanyak Rp1,5 juta.

Bagi keluarga yang tinggal di pedesaan dan hidup tergolong kurang mampu, maka uang Rp1,5 juta merupakan biaya yang sangat besar dikeluarkan, untuk setiap tahun ajaran baru.

“Bisa dikatakan harga-harga kebutuhan sekolah ini naik setiap tahunnya,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang sepatu dan tas di Pasar Minggu Surantih, Wahyuni, mengaku penjualannya mengalami peningkatan mencapai 40 persen jika dibandingkan pada hari pasar seperti biasanya.

Ia menjelaskan, kebanyakan barang jual yang paling banyak dicari oleh pembeli ialah sepatu. Hal ini dikarenakan sepatu merupakan barang kebutuhan sekolah yang cepat habis, bahkan dalam satu semester sekolah, bisa dua kali untuk membeli sepatu.

“Biasanya juga ramai. Pada momen tahun ajaran baru ini memang juga sangat banyak pembeli. Alhamdulillah dengan momen ini penghasilan jadi meningkat pula,” sebutnya.

Wahyuni juga tidak mengetahui secara pasti penyebab naiknya harga barang yang ia jual. Namun, untuk harga jual diakuinya hanya mengambil untung sedikit.

Ia menduga, harga naik karena seiring waktu berjalan, dari tahun ke tahun adanya kenaikan harga barang. Baginya, belum ada istilah harga-harga malah turun.

“Kalau harga komoditas pangan memang ada turun-naiknya. Tapi kalau seperti penjualan barang pakaian ini, naik terus,” ungkapnya.

Lihat juga...