Pilkada Mataram Kekurangan Ratusan Bilik Suara
MATARAM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram kekurangan ratusan bilik suara untuk pelaksanaan Pilkada Gubernur Nusa Tenggara Barat. Untuk proses pemungutan suara, dibutuhkan 1.334 bilik suara.
“Dari hasil pendataan, ternyata kita kekurangan 990 unit bilik suara. Kebutuhannya 1.334 bilik untuk proses pemungutan suara,” kata Ketua Divisi Organisasi Keuangan dan Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram Sopan Sopian, di Mataram, Jumat (1/6/2018).
Kekurangan muncul karena kondisi bilik suara yang ada di gudang logistik KPU Mataram banyak yang rusak. Bahkan banyak yang kondisinya tidak layak untuk digunakan lagi. Saat ini untuk memenuhi kekurangan telah dilakukan koordinasi dengan KPU Provinsi NTB, dan sejumlah kabupaten dan kota untuk mendata kemungkinan adanya bilik suara berlebih.
Dari koordinasi yang dilakukan, dua kabupaten telah menyatakan siap meminjamkan bilik suara yakni Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat. “Tetapi untuk jumlah kesiapannya belum ada angka yang pasti,” tambahnya.
Namun demikian, apabila masih terjadi kekurangan meski telah mendapatkan pinjaman, KPU Mataram akan memilih alternatif untuk membuat bilik suara dari tripleks. “Intinya, kekurangan bilik suara tidak akan menjadi penghalang pelaksanaan Pilkada Serentak 2018,” tandasnya.
Sopian menyebut, jumlah bilik suara 1.334 unit merupakan hasil perhitungan satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) mendapatkan dua bilik suara. Sementara di Kota Mataram akan dibuat 667 TPS yang tersebar di enam kecamatan.
Jika bilik suara mengalami kekurangan, untuk kotak suara saat ini kondisinya masih layak dan bisa dimanfaatkan. Kotak suara bekas pilkada sebelumnya dapat digunakan untuk proses pemungutan suara pemilihan gubernur kali ini. “Kondisi bilik dan kotak suara yang kita miliki saat ini akan menjadi penggunaan terakhir,” tambahnya lebih lanjut.
Berdasarkan hasil rapat dan bimbingan teknis, rencana kebutuhan dan anggaran logistik Pemilu 2019, kotak suara dan bilik suara tersebut akan dilelang. “Jadi untuk bilik dan kotak suara pada pilpres nanti menggunakan yang baru dengan kualitas yang lebih bagus,” pungkas Sopian. (Ant)