Pemerintah Tambah Enam APMS di Perbatasan Kaltara
NUNUKAN — Pemerintah pusat terus berupaya memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak untuk masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Utara dengan menambah enam agen premium, minyak, dan solar (APMS) untuk mewujudkan BBM satu harga.
Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie di Nunukan, Jumat, mengatakan, penambahan enma APMS di wilayah perbatasan di Kaltara itu direalisasikan secara bertahap.
PT Pertamina (Persero) telah membangun dua APMS di Kabupaten Nunukan.
Setelah kedatangan Menteri BUMN Rini Sumarno di Kaltara, telah dibangun APMS di Kecamatan Krayan dan sudah beroperasi. Begitu pula dengan APMS Seimenggaris juga mulai beroperasi.
Untuk daerah lain seperti Long Apung di Kabupaten Malinau dan Lumbis Ogong di Kabupaten Nunukan masih dalam tahap kelengkapan perizinan.
Selanjutnya dua lokasi yakni pedalaman Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, dan Sungai Boh, Kabupaten Malinau sedang dalam proses administrasi serta tahap pembangunan.
Irianto Lambrie mengakui, cuaca dan akses ke lokasi pembangunan APMS tersebut sangat sulit sehingga menjadi kendala dalam hal pengiriman material.
“Susahnya akses menjadi kendala utama dalam melakukan pengiriman material. Belum lagi cuaca dan kondisi jalan serta listrik,” ujar dia.
Ia menginformasikan, PT Pertamina menargetkan paling lambat pada triwulan IV atau akhir 2018 keenam APMS yang diusulkan itu untuk wilayah perbatasan telah dioperasikan.
Untuk distribusi BBM, katanya, telah ditunjuk Dinas ESDM dan Biro Perekonomian Kaltara untuk mengawasi.[ant]