Pasar Saham Asia “Rebound” Abaikan Ancaman Perang Dagang

Ilustrasi - DOK CDN

SHANGHAI — Saham-saham di Asia “rebound” dari kerugian baru-baru ini pada perdagangan Rabu pagi, karena investor mencari saham-saham murah, sehari setelah momok perang perdagangan AS-Tiongkok mendorong turun imbal hasil obligasi, harga saham dan komoditas.

Peningkatan selera risiko (risk appetite) mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun naik menjadi 2,9004 persen dibandingkan dengan penutupan di AS di 2,8930 persen pada Selasa (19/6/2018).

Imbal hasil surat utang negara AS bertenor dua tahun, yang meningkat karena para pedagang memperkirakan suku bunga Fed yang lebih tinggi, menyentuh 2,5535 persen dibandingkan dengan penutupan di AS sekitar 2,5450 persen.

Indeks MSCI, indikator pasar saham Asia Pasifik yang lebih luas, di luar Jepang, naik 0,3 persen.

Nikkei Jepang naik 0,2 persen, KOSPI Korea Selatan naik 0,7 persen, dan saham Australia 0,8 persen lebih tinggi.

Indeks S&P 500 berjangka sedikit lebih tinggi, naik 0,05 persen setelah tiga indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah pada Selasa (19/6).

Ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda, setelah penasihat perdagangan Gedung Putih mengatakan pada Selasa bahwa Tiongkok telah mengabaikan keputusan presiden AS untuk menerapkan tarif lebih besar.

Senin (18/6), Washington mengancam untuk menerapkan tarif 10 persen terhadap 200 miliar dolar AS barang-barang Tiongkok, setelah Beijing memutuskan untuk menaikkan tarif pada 50 miliar dolar AS barang-barang AS, sebagai respons terhadap tarif serupa pada barang-barang Tiongkok yang diumumkan Jumat (15/6).

Dolar AS sebagian besar datar terhadap yen, naik 0,03 persen menjadi 110,07 yen, masih agak jauh dari tertinggi tahun ini 113,38 yen pada 8 Januari.

Euro turun menjadi 1,1584 dolar, sementara indeks dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya, turun 0,1 persen menjadi 95,021.

Minyak mentah AS naik 0,4 persen menjadi 65,34 dolar AS per barel. Tetapi analis ANZ mengatakan dalam sebuah catatan bahwa meningkatnya ketegangan perdagangan dan perselisihan dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang akan bertemu pada Jumat (22/6), kemungkinan akan menekan harga minyak pada Rabu.

Iran mengatakan pada Selasa (19/6) bahwa OPEC tidak mungkin mencapai kesepakatan tentang produksi minyak minggu ini.

Emas sebagian besar datar setelah jatuh mendekati terendah enam bulan pada Selasa (19/6), karena dolar menguat. Harga spot emas diperdagangkan di 1.273,73 dolar AS per ounce. [ant]

Lihat juga...