Malam Nuzulul Quran di Masjid Agung At Tin TMII

Editor: Satmoko

JAKARTA – Ribuan umat Muslim secara khidmat menjalankan salat tarawih ke 17 bulan di Suci Ramadan 1439 Hijriyah di Masjid Agung At Tin Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (1/6/2018) malam.

Yang menjadi Imam Salat Tarawih adalah Ustad Syahriel Alibasa, sementara untuk qultum diisi oleh Ustad Khusnul Hakim.

Ustad Khusnul Hakim mengatakan, untuk malam ke 17 adalah malam Nuzurul Quran. Yakni malam dimana Kitab Suci Al quran diturunkan secara keseluruhan dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia.

Kemudian secara berangsur diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW di sepanjang kehidupannya atau dalam waktu kurang lebih 23 tahun.

Surat Al quran pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad adalah Surat Al Alaq sebanyak 5 ayat.

Umat Muslim salat tarawih di Masjid Agung At-Tin TMII, Jakarta, Jumat (1/6/2018) malam. Foto : Sri Sugiarti.

Untuk Ramadan tahun 2018/1439 Hijriyah, Malam Nuzulul Quran jatuh pada hari Jumat, bertepatan dengan tanggal 1 Juni 2018. Hal tersebut ditarik dari penanggalan Hijriah, dimana hari Jumat 1 Juni 2018 selepas Maghrib sudah masuk tanggal 17 Ramadan.

Memang jika dihitung dengan penanggalan Masehi dengan mulai Puasa hari Kamis, 17 Mei 2018, maka tanggal 17 Ramadan adalah Hari Sabtu, 2 Juni 2018. Namun dalam penanggalan Hijriah, hari Jumat selepas Maghrib, tanggal 1 Juni 2018 sudah masuk tanggal 17 Ramadan 1439 Hijriah.

Kaitan 17 Ramadan dan Malam Nuzulul Quran yakni, Al quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar secara keseluruhan, namun penyampaiannya kepada Nabi Muhammad dilakukan secara berangsur-angsur.

Dia menegaskan, interaksi pertama kali seorang Muslim kepada Al quran adalah dengan membacanya. Bukan dengan mengamalkan dan memahaminya.

Disebutkan dia, bahwa semua sahabat Rasulullah punya kebiasaan membaca Al quran. Di rumah para sahabat nabi seperti pancaran ruh karena lantunan Al quran.

“Membaca Al quran adalah satu kewajiban bagi umat Islam,” kata Khusnul.

Kalau mengamalkan, menurutnya, semua orang bisa mengamalkan meskipun orang yang tidak punya agama. Tapi membaca Al quran dengan khusyuk tidak bisa dilakukan sembarang orang. Karena kejujuran seorang umat Islam menjadi ukuran yang sangat jelas dalam membaca Al quran.

Kenapa harus membaca Al quran? Ditegaskan Khusnul, dengan membaca Al quran adalah cara yang paling indah untuk mendapatkan kebaikan yang sebanyak-banyaknya.

“Satu huruf, kata Rasulullah, sebanding dengan satu kebaikan. Satu kebaikan akan berlipat ganda sepuluh kebaikan,” jelas Khusnul.

Maka menurutnya, tidak ada alasan tidak bisa belajar Al quran, karena akan rugi. “Al quran adalah hidangan Allah SWT yang menyehatkan ruh kita, bukan fisik,” ujarnya.

Dia menyampaikan, fisik sehat karena rajin olahraga setiap harinya. Tapi dengan membaca Al quran akan menyehatkan hati.

Dengan rajin membaca Al quran, diharapkan manusia bisa menjabarkan kebaikan dari Al quran.

Mengingat dalam diri manusia ada potensi akal, ruh, kalbu dan nafsu. Kalbu adalah hati. Maka dengan membaca Al quran akan menyehatkan rohani. Di dalam jiwa yang sehat maka secara otomatis fisiknya pun sehat.

“Al quran juga bagaikan lampu yang akan memancarkan cahaya menerangi mata hati,” tandas dia.

Bahkan ketika wafat pun, tambah Khusnul, Al quran menjadi penolong mendapat ampunan dari Allah SWT, yang bisa menempatkan ruh di tempat terbaik di alam baka.

Dia mengatakan, Ramadan dapat dijadikan momentum untuk bisa selalu melantunkan ayat suci Al quran. Sebab Al quran memberikan kemuliaan bagi semua umat Muslim.

Penciptaan manusia diakhirkan, sedangkan pengajaran Al quran didahulukan. Allah SWT menciptakan dulu baru diajarkan, dan manusia dianggap tidak ada kalau dia tidak membaca Al quran.

“Di malam Nuzulul Quran  kita bisa membangun komitmen memohon kepada Allah SWT agar memberikan kekuatan untuk selalu menjadi sahabat Rasul. Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah SWT yang bijaksana untuk bisa membaca Al quran,” kata Khusnul.

Usai salat tarawih, para jamaah terlihat khusyuk membaca Al quran di dalam Masjid Agung At-Tin untuk mendapatkan ridha Allah SWT dalam menjalankan kehidupan.

Lihat juga...