H+3, Puncak Arus Balik di Bandara Notohadinegoro

Ilustrasi. Pesawat terbang - Dok. CDN

JEMBER  – Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Notohadinegoro Jember, Edy Purnomo, mengatakan, puncak arus balik dengan lonjakan penumpang cukup signifikan di Bandara Kabupaten Jember, Jawa Timur itu, diprediksi terjadi pada H+3 Lebaran 2018.

“Hari ini kepadatan arus balik sudah terjadi di Bandara Notohadinegoro Jember, namun puncaknya diprediksi pada H+3 Lebaran,” katanya di Kabupaten Jember, Sabtu.

Ia mengatakan, jumlah penumpang Garuda Indonesia yang berangkat dari Bandara Notohadinegoro pada 16 Juni 2018 tercatat sebanyak 35 orang dan penumpang yang tiba di Bandara atau balik ke Jember sebanyak 71 orang.

“Untuk penumpang maskapai Wings Air tercatat sebanyak 33 orang yang berangkat menuju ke Surabaya, sedangkan penumpang dari Bandara Juanda menuju ke Bandara Notohadinegoro sebanyak 52 orang,” tuturnya.

Menurut dia, animo masyarakat di Kabupaten Jember untuk pulang ke kampung halaman atau kembali ke domisili menggunakan moda transportasi pesawat mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa.

“Bahkan untuk tiket pesawat Garuda Indonesia dan Wings Air untuk arus mudik dan arus balik pada tanggal tertentu sudah habis terjual, termasuk tiket arus balik beberapa hari ke depan,” katanya.

Edy mengatakan, lonjakan penumpang yang terjadi pada arus mudik dan balik Lebaran 2018 mencapai 25 hingga 30 persen dibandingkan hari biasa karena okupansi penumpang setiap penerbangan pada hari biasa berkisar antara 60 hingga 70 persen, sedangkan saat ini bisa mencapai 80 hingga 100 persen.

“Meski terjadi peningkatan penumpang di Bandara Notohadinegoro Jember, tidak ada penambahan frekuensi penerbangan di bandara Jember karena penerbangan dua kali sehari tersebut dinilai cukup,” ujarnya.

Sementara, Manajer PT Garuda Indonesia Area Jember, Heru Joko Satria, mengatakan tiket pesawat Garuda Indonesia untuk arus balik pada Senin (18/6), Selasa (19/6), dan Rabu (20/6) sudah penuh.

“Selama arus mudik dan balik Lebaran 2018 terpantau okupansi penumpang di pesawat Garuda mencapai 100 persen untuk beberapa tanggal tertentu,” katanya.

Ia mengatakan, pihak Garuda menggunakan batas bawah dan batas atas sesuai dengan ketentuan dalam hal tiket pesawat selama arus mudik dan balik Lebaran, sehingga harga tiket selama libur Lebaran tidak mengalami perubahan dan dapat dicek secara daring (online). (Ant)

Lihat juga...