Anggota DPR Harapkan Evaluasi Terkait Informasi Mudik
JAKARTA — Anggota Komisi V DPR RI Nurhasan Zaidi mengapresiasi bahwa kemacetan berkurang dalam arus mudik tetapi juga mengharapkan adanya evaluasi tentang informasi mudik dengan adanya rekayasa lalu lintas terkait arus mudik dan balik.
Nurhasan Zaidi mencontohkan terkait rekayasa lalu lintas berupa “contra flow” dan “one way” di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek dan Cipali.
Menurut politisi PKS itu, dari hasil pantauan di lapangan pada arus balik lebaran lalu, rekayasa “contra flow” dan “one way” cukup efektif mengurai kemacetan.
“Kemacetan berkurang terutama di titik-titik kemacetan parah sekitar rest area di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan proyek pembangunan jalan tersebut tampak dihentikan sementara sesuai harapan,” katanya dalam rilis, Rabu (27/6/2018).
Namun, ia juga menyayangkan bahwa informasi itu tidak tersampaikan secara masif kepada pemudik sehingga pengguna tol arus balik dinilai takut menggunakan jalur satu arah Cikampek-Jakarta.
Akibatnya, ujar dia, kondisi jalur satu arah tersebut terlihat sangat lengang dan hampir tidak digunakan. “Sedangkan kemacetan parah justru di jalan arteri, akibat dampak dari penutupan jalan tol sehingga kurang efektif,” ucapnya.
Untuk itu, ujar Nurhasan, sosialisasi dan informasi resmi dari pemerintah seharusnya dilakukan dengan cara apapun seperti di media sosial, media nasional, petugas di lapangan, rambu-rambu, hingga pusat informasi di tempat istirahat.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jumlah tempat istirahat di jalan tol, terutama ruas Cikampek-Palimanan (Cipali) menjadi perhatian dan kebutuhan yang harus dipenuhi untuk pemudik sehingga perlu ada penambahan.
“Tempat istirahat yang ada di Tol Cipali memang kurang, karena tol itu justru merupakan titik lelah pengemudi dari arah timur,” kata Menhub kepada pers saat menyampaikan evaluasi pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018 di Cikarang, Jabar, Minggu (24/6).
Menurut Menhub, dirinya akan minta kepada pihak terkait menambah tempat istirahat setiap 20 kilometer atau setiap 10 kilometer di Tol Cipali.
Menurut dia, selama arus mudik 2018 dan 2017, kemacetan panjang terjadi di Tol Cipali, karena banyaknya kendaraan antre ingin masuk tempat istirahat, sementara kendaraan di dalam tempat istirahat sudah penuh. “Banyak masukan ke kami dari pemudik kalau perlu penambahan tempat istirahat di tol,” kata Menhub.
Pemerintah, kata Budi Karya, segera akan merespons keinginan masyarakat pengguna jalan tol dengan menambah tempat istirahat.
Menhub berharap dalam liburan Natal dan Tahun Baru 2019 jumlah tempat istirahat sudah bisa bertambah walau mungkin belum sepenuhnya selesai.
“Tentunya diharapkan dalam mudik dan balik Lebaran tahun depan penambahan jumlah tempat istirahat di jalan tol sudah berfungsi sepenuhnya,” katanya. [Ant]