Polisi Tembak Sembilan Orang dalam Protes Penutupan Peleburan Tembaga India
NEW DELHI — Setidaknya sembilan orang tewas pada Selasa setelah polisi menembaki para pengunjuk rasa yang meminta penutupan pabrik peleburan tembaga yang dikuasai oleh “Vedanta Resources” di India selatan, demikian seorang perwira polisi senior.
Warga kota pelabuhan Thootukudi di negara bagian Tamil Nadu dan pegiat lingkungan telah berunjuk rasa menentang salah satu pabrik tembaga terbesar India selama lebih dari tiga bulan, menuduh pabrik itu sebagai sumber utama polusi dan menimbulkan risiko bagi sektor perikanan.
Protes terakhir berubah menjadi kekerasan ketika kerumunan yang melambai-lambaikan bendera hitam menyerbu markas besar pemerintah distrik dan sebuah blok apartemen untuk karyawan “Vedanta,” kata seorang pejabat perusahaan, yang menolak disebutkan namanya karena takut menjadi sasaran.
Para pengunjuk rasa membakar kendaraan dan melemparkan batu ke arah polisi, membuat polisi melepaskan tembakan. “Sembilan orang telah dikonfirmasi tewas,” kata pejabat polisi Kapil Kumar Saratkar.
Ketua Partai Kongres oposisi nasional, Rahul Gandhi, mengecam pihak berwenang karena menggunakan kekuatan mematikan.
“Penembakan oleh polisi dari 9 orang di … Tamil Nadu, adalah contoh brutal terorisme yang disponsori negara. Warga ini dibunuh karena memprotes ketidakadilan. Pikiran & doa saya bersama keluarga para martir ini dan yang terluka,” demikian Gandhi dalam sebuah cuitan.
Stasiun televisi lokal menunjukkan polisi berusaha membubarkan kerumunan dengan gas air mata dan meriam air. Asap membumbung dari beberapa bagian kota pelabuhan yang berada di dekat ujung semenanjung India.
Menteri Negara Bagian D. Jayakumar dalam pidato televisi pada Selasa mengatakan polisi telah menembaki para pengunjuk rasa dan hal itu “tidak dapat dihindari”.[ant]