Ebola Mewabah, Nigeria Tingkatkan Pemeriksaan Bandar Udara

Peta wilayah Nigeria - Dokumentasi CDN

ABUJA – Nigeria meningkatkan penyaringan di bandar udara dan tempat masuk lainnya di negara tersebut. Hal itu sebagai upaya pencegahan sesudah Ebola mewabah di Republik Demokratik Kongo.

Informasi terakhir menyebut, setidaknya 17 orang tewas di daerah barat laut Republik Demokratik Kongo. Hal tersebut terjadi dua tahun sesudah wabah terburuk virus itu berakhir di Afrika Barat dan membunuh lebih dari 11.300 orang serta menulari sekira 28.600 orang lainnya.

Dua tahun lalu, wabah tersebut menyebar di Guinea, Sierra Leone dan Liberia. Nigeria dipuji karena berhasil menahan virus itu pada 2014 dengan 8 kematian. Hal tersebut dilakukan menyusul kekhawatiran adanya penyebaran melalui sekira 20 juta penduduk ibukota niaga tersebut.

Layanan Imigrasi Nigeria (NIS) menyatakan, termometer digunakan untuk memantau beberapa pendatang ke negara itu sejak virus tersebut terakhir menghantam wilayah tersebut. Penyaringan ditingkatkan sejak wabah terkini di Kongo terjadi. “Kami menggunakan semua sarana tersedia untuk melacak virus itu, yang berarti menggunakan lebih banyak termometer. Kami harus mengambil tindakan lebih untuk memastikan orang disaring di semua tempat masuk ke negara ini,” kata juru bicara NIS Sunday James, Kamis (10/5/2018).

Ebola menyebar ke Nigeria pada 2014 ketika Patrick Sawyer seorang warga Amerika Serikat-Liberia, terbang ke negara itu dari Liberia. Waktu itu Sawyer ambruk di bandar udara antarbangsa utama di Lagos.

Menteri Kesehatan Isaac Adewale menyatakan, kabinet memerintahkan kementeriannya meningkatkan darurat pengawasan di semua perbatasan darat dan bandar udara. Pengawasan dilakukan khusus untuk menekankan penyaringan orang yang berkunjung dari Kongo. “Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria (NCDC) juga akan pertimbangkan pengiriman beberapa kelompok ke DRC sebagai bagian dari pembangunan kemampuan untuk mengelola wabah,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...