Sumselbabel Rebut Tiket Final Proliga 2018

Ilustrasi Proliga - Foto: Dokumentasi CDN

SOLO – Tim putra Palembang Bank Sumselbabel akhirnya lolos ke grand final Proliga 2018. Sumselbabel sukses menundukan Jakarta Pertamina Energi 3-0 (25-23, 25-19 dan 25-16) pada pertandingan final four putaran ke dua yang digelar di GOR Sritex Arena, Solo, Sabtu (7/4/2018).

Bank Sumselbabel yang tinggal mencari satu kemenangan di Solo, berhak untuk tampil di babak grand final Proliga 2018 yang akan digelar di Yogyakarta, pada 15 April mendatang. Satu tim putra yang akan menemani SumselBabel ke grand final hasil pertandingan antara Pertamina Energi melawan Surabaya Bhayangkara Samator yang digelar pada Minggu (8/4/2018) di tempat yang sama.

Laga antara SumselBabel versus Pertamina yang disaksikan sekira 4.000 penonton berjalan seru dan menarik. Kedua tim mendapat dukungan penonton yang memadati GOR Sritex Solo. SumselBabel di set pertama mengandalkan servis loncat dan smas-smas tajam mampu mengambil poin pertama 25-23. Di set kedua, SumselBabel bermain konsisten sehingga sukses merebut point kedua setelah unggul 25-19.

Dua pemain asing Sumselbabel, Nemeg Martin dan Joao Gabriel tampil dengan servis-servis jampingnya mampu mengumpulkan poin untuk timnya. Penampilan apik keduanya menutup set ketiga untuk keunggulan Sumselbabel 25-16.

Pelatih Palembang Bank SumselBabel Samsul Jais mengatakan, kemenangan timnya atas Pertamina membuat raihan empat kemenangan tidak mungkin lagi dikejar lawan-lawannya.  Bahkan siapapun yang menang dalam laga antara Jakarta Pertamina Energi yang akan melawan Surabaya Bhayangkara Samator pada Minggu (8/4/2018) tidak dapat melewati Sumselbabel.

Bhayangkara Samator dan Jakarta Pertamina, sama-sama mengoleksi tiga kemenangan dan tiga kekalahan, sehingga siapa yang memenangi laga juga akan mendapat satu tiket ke final.

“Peran Aji Maulana sangat terlihat pada kemenangan ini. Dia bisa mengatur pola penyerangan, irama permainan, hingga lawan kesulitan mem-block smas dari para pemain,” katanya.

Menurut Samsul, receive dari servis menjadi kunci kemenangan timnya melawan Pertamina. Dengan receive yang baik, upaya penyerangan lawan dapat diantisipasi dengan blok-blok yang baik.

Pelatih Jakarta Pertamina Energi, Andri Widiyatmoko menilai kekalahan atas Palembang Bank SumselBabel tak lepas dari receive yang kurang maksimal. Faktor lain yang berpengaruh adalah, timnya banyak membuang servis. Sementara tim lawan mampu lebih tampil maksimal. Dengan kekalahan ini, timnya harus memenangkan pertandingan lawan Samator untuk merebut tiket grand final. (Ant)

Lihat juga...