Putri PLN Kalahkan Popsivo Lima Set 3-2

Ilustrasi bola volly - Foto: Dokumentasi CDN

SOLO – Tim putri Jakarta Elekterik PLN sukses menundukan Jakarta PGN Popsivo Polwan 3-2. Laga ayang berlangsung lima set tersebut kedua tim tampil sama-sama ngotot untuk meraih kemenangan.

Laga final four putaran kedua Proliga 2018 di GOR Sritex Arena, Solo, Sabtu (7/4/2018) tersebut disaksikan sekira 4.000 orang penonton. Meski peluang kedua tim untuk lolos ke grand final sudah tertutup, mereka menampilkan permainan yang cantik dan menarik.

Putri PLN pada pertandingan sebelumnya kalah melawan Bandung Bank BJB Pakuan 3-0. Pada laga melawan Popsivo, PLN  tidak mau mengulang kesalahan lagi, dan ingin meraih poin. PLN pada set pertema mendapat perlawan sengit lawan Popsivo. Kedua tim sering melakukan reli panjang hingga jatuh bangun untuk penyelamatkan daerahnya.

Namun, PLN dengan mengandalkan perpaduan pemain asingnya Liu Mengya dan Pu Rou dengan pemain lokal Amasya Manganang, Tasya Nur, Indahyani, dan Dita mampu mengambil set pertama dengan 25-23.

Ketinggalan set pertama atas PLN mendorong Popsivo bangkit. Dengan smas-smas tajam melalui Amalia Fajrina dan Megawati Hangestri, Popsivo mampu mengumpulkan poin lebih cepat. Putri PLN akhirnya kalah set kedua atas Popsivo dengan skor 17-25. Memasuki set ketiga, Elektrik PLN kembali ke permainan semula dengan melakukan smas bola panjang dan pendek.

Upaya tersebut membuahkan hasil dan mampu mengungguli dengan 25-19. Namun, Popsivo kembali mampu menyemankan diset keempat dengan 26-28. Memasuki set penentuan, Putri PLN mampu bermain konsisten sehingga dapat menyelesaikan dengan baik dengan skor 15-12, sehingga kedudukan menjadi 3-2 untuk Elektrik PLN.

Asisten Pelatih Jakarta Elektrik PLN Abdul Munib menyebut, meskipun peluang PLN sudah tertutup ke grand final, tetapi anak asuhnya tetap bermain all out untuk memenangkan pertandingan melawan Popsivo. Pertandingan berlangsung melelahkan karena pemain kedua tim memiliki kualitas sama. “Kami dengan kemenangan ini, sudah dipastikan menempati posisi ketiga dari final four putaran kedua di Solo,” katanya.

Pemain Elektrik PLN Amasya Manganang mengatakan, pertandingan sangat ulet dengan lima set. Salah satu factor yang mempengaruhi permainan adalah kondisi pemain toser yang cedera sehingga pemain lainnya sedikit bingung dan bermain tidak seperti biasa.

Asisten Pelatih Jakarta PGN Popsivo Polwan Ayip Rizal mengatakan,  anak asuhnya sudah berjuang luar biasa meski akhirnya harus kalah 3-2 atas PLN. Popsivo sudah tidak mempunyai peluang lolos ke grand final karena mengalami kekalahan dua kali. “Kami tetap bermain all out melawan Bank BJB Pakuan pada Minggu (8/4/2018). Kami ingin kemenangan di Solo, meski sudah tidak mempengaruhi posisi,” kata Ayip.

Pemain Jakarta PGN Popsivo Polwan Amalia Fajrina timnya sudah berusaha bekerja keras untuk mengalahkan PLN, tetapi Popsivo kurang beruntung. Keduanya bermain imbang sama-sama kualitasnya. (Ant)

Lihat juga...