Stok Kebutuhan Pokok di Ramadhan dan Lebaran Terjamin
YOGYAKARTA – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadhan dan Lebaran 2018 aman. Stok yang ada diklaim tidak akan menyebabkan terjadinya kelangkaan.
“Stok utama seperti beras, daging, telur ayam, daging ayam, gula, dan minyak goreng kita kontrol betul agar selalu ada,” kata Enggartiasto saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Stabilisasi Harga dan Stok Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018 di Gedhong Pracimosono Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (6/4/2018).
Untuk menjamin ketersediaan menurutnya, pendistribusian kebutuhan pokok telah ditetapkan. Saat puasa dan Lebaran seluruh daerah di Indonesia tidak mengalami kelangkaan kebutuhan pokok. “Sudah kami bicarakan secara internal, distribusi kebutuhan pokok kalau bisa dilakukan mulai satu bulan sebelum awal puasa ke seluruh daerah sesuai kebutuhannya secara bertahap,” kata dia.
Masa kritis stok kebutuhan pokok masyarakat, biasanya akan terjadi saat 15 hari menjelang Lebaran. Sebagai langkah antisipasi, Kemendag akan menerjunkan 200 petugas untuk memantau ketersediaan dan harga sembako ke daerah-daerah yang berpotensi rawan kelangkaan.
“Saat ini sudah mulai kita pantau bergilir. Apalagi belum lama ini kami baru selesai rapat kabinet terbatas dan Bapak Presiden menekankan bahan kebutuhan pokok harus terus tersedia, turunkan harga dan stabilkan harga,” tandasnya.
Enggartiasto mengatakan khusus untuk beras, Kemendag telah mengatur ketentuan bahwa seluruh pedagang beras di pasar tradisional wajib menjual beras kualitas medium mulai 13 April 2018. Dengan begitu, diharapkan ketersediaan beras medium di pasar tradisional selalu ada.
“Kalau tidak siap dengan stoknya maka kami yang akan menyiapkan melalui mitra dari Bulog. Mekanisme ini bahkan akan kami lakukan seterusnya, tidak hanya menjelang puasa atau Lebaran saja,” pungas Mendag. (Ant)