PJ Sukses Paksa Adanya Laga Ketiga

Pemain Pelita Jaya dan Stapac berebut bola pada laga semifinal Divisi Putih IBL 2018 - foto iblindonesia.com

JAKARTA – Tim Pelita Jaya (PJ) Basketball berhasil memaksa digelarnya laga ketiga semifinal Divisi Putih Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Pertalite 2017-2018. Laga ketiga harus dimainkan setelah PJ sukses menundukkan Stapac Jakarta di gim kedua dengan skor 73-60 pada laga yang berlangsung Sabtu (7/4/2018).

Hasil dari pertandingan yang digelar di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jabar, itu membuat kedudukan semifinal yang berformat best of three menjadi 1-1. Di laga sebelumnya Stapac menang 69-58. Pertandingan ketiga semifinal tetap akan dilangsungkan di GOR C-Tra Arena, Bandung. Mengikuti jadwal, laga ketiga akan digelar Minggu (8/4/2018) mulai pukul 19.00 WIB.

Laga kedua semifinal berlangsung ketat sejak tip off. Dua menit kuarter satu berjalan, skor imbang 3-3 usai tiga angka guard Stapac Dominique Williams dibalas lay up guard PJ Wayne Bradford. Skor sempat seri 19-19, tetapi PJ terus melaju dan dua angka Wayne Bradford membuat tim asal Jakarta itu menutup kuarter pertama unggul 25-20.

Tensi pertandingan belum mengendur di kuarter kedua. Di pertengahan kuarter, Stapac unggul tipis 32-31 melalui tembakan dua angka center M. Thoyib. Namun, Wayne Bradford kembali menjadi momok bagi Stapac. Dua angka pemain asal Amerika Serikat itu di 35 detik terakhir membuat PJ kembali memimpin dan menyudahi babak pertama dengan skor 45-39.

Di kuarter ketiga, center Stapac Kore White mendekatkan skor menjadi 49-51, lima menit kuarter ketiga berlalu. Stapac terus berjuang mengejar ketinggalan, tetapi dunk M. Thoyib tetap gagal membawa mereka di depan. Stapac tetap tertinggal di kuarter ketiga dengan skor tipis 55-56.

Di kuarter keempat, Stapac tidak bisa memanfaatkan beberapa kesempatan mencetak skor. Sementara, meski ditinggal center-nya Chester Giles yang terkena foul out, PJ terus mempertahankan keunggulan dan akhirnya menang dengan skor 73-60. Wayne Bradford menjadi bintang PJ di laga kedua tersebut dengan 37 poin, lima rebound dan tiga assist. Sementara di kubu Stapac, Dominique Williams mendulang poin terbanyak dengan 14 poin, 10 rebound dan tujuh assist.

Sementara Guard PJ Xaverius Prawiro dinobatkan menjadi most valuable player (MVP) atau pemain terbaik Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Pertalite 2017-2018. Pemain yang akrab disapa Iyus itu mengalahkan kandidat MVP lainnya yakni small forward Satria Muda (SM) Pertamina Arki Dikania Wisnu dan guard PJ, Respati Ragil Pamungkas.

Adapun penentuan pemain terbaik IBL 2017-2018 didasarkan hasil voting para pewarta peliput IBL dan pihak IBL sendiri. Bagi Iyus, gelar MVP merupakan catatan gemilang karena musim 2017-2018 merupakan liga kompetitif pertamanya usai memutuskan pensiun pada 2015.

Sepanjang musim reguler IBL 2017-2018, pria berusia 31 tahun ini mencatatkan rata-rata 10,82 poin, 2,76 assist dan 2,18 rebound di setiap gim yang dilakoni. Dengan hasil tersebut, Iyus sukses mengantarkan PJ menjadi juara Divisi Putih dengan hanya menelan satu kali kekalahan. (Ant)

Lihat juga...