PBVSI Lamsel Harap Atlet Berbakat Muncul dari Open Tournament
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Pengurus Kabupaten (Pengkab) Lampung Selatan mengapresiasi banyaknya kegiatan dalam bulan April. Diharapkan dari kegiatan-kegiatan tersebut lahir atlet berbakat yang dapat mengharumkan daerah tersebut.
Ketua umum PBVSI Lampung Selatan, Wahyu Dwi Kurnianto menyebutkan, ada tujuh open tournament volly ball digelar sepanjang bulan ini. Di antaranya di Kecamatan Penengahan, Sragi, Candipuro hingga Kecamatan Bakauheni.
Maraknya open tournament merupakan indikasi antusiasme masyarakat. Pengkab PBSI Lamsel bahkan mencatat di sejumlah desa, gaung olahraga bola voli cukup banyak.
Kegiatan tersebut menurut Wahyu DK merupakan upaya dalam memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
“Berdasarkan data yang masuk ke sekretariat PBVSI Pengkab Lamsel pada bulan ini cukup banyak sehingga kami akan menertibkan jadwal pelaksanaan pertandingan agar tidak berbenturan waktu penyelenggarannya,” terang Wahyu Dwi Kurnianto kepada Cendana News di Bakauheni, Jumat sore (13/4/2018).
Ia melihat kalender pelaksanaan dengan sistem open turnamen terlalu rapat antara kecamatan satu dengan yang lain. Ke depan kondisi tersebut akan ditertibkan karena berkaitan dengan tugas wasit berlisensi nasional yang bertugas di PBVSI Pengkab Lamsel.
Koordinasi dengan tiap kecamatan atau instansi penyelenggara turnamen disebutnya dilakukan untuk pengaturan jadwal agar pertandingan bisa digelar bergiliran.
PBVSI Pengkab Lamsel diakui Wahyu DK menyebut menyambut positif setiap kegiatan turnamen bola voli di wilayah tersebut. Meski demikian satu catatan penting yang diperhatikan terkait komposisi pemain sebab selama ini masih banyak tim mengambil atlet dari luar Lamsel.
Sebab munculnya atlet dari luar wilayah sebagai penyemangat agar atlet lokal bisa lebih dimunculkan dan termotivasi.
“Kepada para panitia kami akan menertibkan dalam komposisi pemain dengan aturan pemain lokal lebih bisa lebih banyak dibanding pemain luar,” papar Wahyu DK.

Komposisi pemain lokal lebih banyak atau imbang dengan pemain luar dalam satu tim disebutnya akan semakin menumbuhkan olahraga bola voli.
“Pemain luar bisa kita gunakan untuk share ilmu sehingga ada regenerasi pemain dari wilayah Lamsel yang akan berdampak positif bagi atlet lokal,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Ahmad, Kepala Bidang Perwasitan PBVSI Pengkab Lamsel menyebut ajang open tournament sangat bagus untuk para wasit.
Selama ini PBVSI Pengcab Lamsel masih memiliki sebanyak 18 wasit berlisensi nasional dari PBVSI pusat. Para wasit tersebut sebagian ikut berpartisipasi dalam setiap turname yang diselenggarakan.
Ahmad menyebut dari sebanyak 16 tim yang bertanding dalam Open Tournament Volly Ball HUT ke-45 ASDP Indonesia Ferry sebagian merupakan tim bola voli putra. Ke depan ia berharap agar kegiatan tersebut juga melibatkan tim putri.