Endang: Halau Monyet Ekor Panjang dengan Kekerasan Bukan Solusi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

SOLO — Serangan kawanan monyet ekor panjang di wilayah Selo, Boyolali, Jawa Tengah, menjadi perhatian tersendiri Endang Srikarti Handayani. Ia menyarankan warga Selo melakukan gerakan menanam tanaman buah di Lereng Gunung Merapi dan Merbabu.

“Saran saya, mari kita bersama-sama menanam tanaman yang bisa untuk makan kawanan monyet ini. Mereka turun ke lahan warga, pasti karena makanan di atas (gunung) telah habis. Maka mari kita tanam,” katanya kepada Cendana News di Solo, Selasa (24/4/2018).

Hal tersebut disampaikan saat mendengar keluhan warga terkait adanya kawanan monyet ekor panjang yang menyerang lahan pertanian milik warga.

Gerakan menamam tanaman penghasil makanan monyet ekor panjang ini dapat dilakukan di lereng dua gunung tersebut. Jenis tanaman yang ditanam bisa jenis buah maupun sayur.

“Misalnya saja kita tanam buah-buahan, seperti jambu, mangga atau lainnya. Yang penting kita sediakan makanan di atas, kalau cukup monyet tidak akan turun sampai ke ladang,” jelas anggota DPR RI Dapil V Jawa Tengah itu.

Serangan monyet ekor panjang ini menurutnya juga tak lain ulah tangan manusia. Sebab, banyak pohon sumber pangan monyet di gunung telah habis ditebang maupun mati karena usia. Tidak adanya tanaman penghasil pangan inilah yang membuat kawanan monyet turun.

“Mari tanam buah, atau juga tanam untuk pangan burung juga. Mari kita jaga ekosistem alam biar tetap bersahabat dengan kita,” urainya.

Politisi partai Golkar ini tidak sependapat jika menghalau serangan monyet ekor panjang dengan cara kekerasan, apalagi sampai memburunya.

“Saya kira kalau memburunya justru akan mengakibatkan monyet semakin marah. Gerakan menanam buah di gunung saya kira lebih efektif,” pungkasnya.

Lihat juga...