Polres Lamsel Luncurkan Program Jurnalis Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG — Sebagai upaya mencegah kecelakaan lalu lintas di jalan raya di wilayah hukum Polres Lampung Selatan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lamsel meluncurkan program Jurnalis Sebagai Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas.

Kapolres Lamsel, Ajun Komisaris Besar Polisi M. Syarhan, mengatakan, program tersebut diluncurkan dalam rangka Operasi Keselamatan Krakatau 2018. Selain menciptakan keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kelancaran berlalulintas, operasi tersebut mengimbau warga agar bisa melengkapi surat kendaraan.

Menurutnya, program jurnalis sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas merupakan gagasan dari Kasatlantas Polres Lamsel, AKP Rafli Yusuf. Program tersebut merupakan terobosan kreatif di wilayah hukum Polres Lamsel untuk mengawali adanya Operasi Keselamatan 2018 yang akan digelar selama 21 hari serempak di seluruh Indonesia.

Jajaran Pemkab Lamsel, Polres Lamsel, jurnalis Lamsel menandai operasi Keselamatan Krakatau 2018 [Foto: Henk Widi]
“Jurnalis memiliki peranan penting dalam menyebarluaskan informasi terkait operasi keselamatan yang akan berlangsung selama tiga pekan ini, melalui media dan tentunya langsung menjadi pelopor keselamatan berlalulintas,” terang Syarhan, di Mapolres setempat, Kamis (1/3/2018).

Operasi Keselamatan di wilayah hukum Polda Lampung diberi sandi operasi keselamatan Krakatau 2018, merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas. Operasi akan dilakukan sejak 5 Maret hingga 25 Maret 2018 dengan sasaran pengguna kendaraan bermotor roda dua.

Program tersebut, kata mantan Kapolres Pesawaran ini, dimaksudkan untuk menggaet para jurnalis sebagai mitra terdepan Polri dalam menciptakan keamanan, keselamatan maupun kelancaran berlalu lintas di wilayah hukum Polres Lampung Selatan.

Program yang dicetuskan oleh Kasatlantas Polres Lamsel AKP Rafli Yusuf Nugraha merupakan  implementasi dari program Kapolri, salah satu poinnya dalam manajemen media.

“Harapan kami semoga dengan menggandeng rekan jurnalis, selain kita bisa tambah bersinergi, tentu rekan jurnalis bisa menjadi pelopor keselamatan di wilayah hukum Lampung Selatan,” terang yarhan.

Selain sebagai pelopor keselamatan berlalulintas,jurnalis juga ikut memberikan pengawasan dan monitoring demi terwujudnya masyarakat Lamsel yang tertib, bermartabat dan pelopor keselamatan berlalu lintas. Hal tersebut diakui Syarhan juga sebagai implementasi UndangpUndang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Beberapa sasaran dalam operasi Keselamatan Krakatau 2018 selama tiga pekan, di antaranya pengendara yang melawan arus, tidak menggunakan helm, menggunakan handphone saat mengemudi, pengendara belum cukup umur dan berboncengan lebih dari satu.

Wilayah sasaran di antaranya jalan-jalan utama yang ada di Kalianda dan beberapa jalan yang ada di wilayah hukum Polres Lamsel.

Kasatlantas Polres Lampung Selatan, AKP. Rafli Yusuf Nugraha, menyebut sasaran operasi juga meliputi segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata di jalan raya.

Dalam operasi keselamatan krakatau 2018, katanya, petugas akan lebih mengedepankan upaya preventif.

“Sebagai upaya memberi contoh yang baik kepada masyarakat, maka jurnalis kami berikan helm gratis sebagai upaya pelopor keselamatan berlalulintas,” beber Rafli Yusuf Nugraha.

Pembukaan operasi keselamatan Krakatau 2018 yang digelar di Mapolres Lamsel, dihadiri Wakil Bupati Lamsel, Nanang Ermanto. Selain itu, perwakilan dari sejumlah instansi, di antaranya Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja dan juga beberapa instansi lain.

Setelah pembukaan, sejumlah jurnalis secara simbolis memperoleh helm gratis. Selain kepada para jurnalis  pemberian helm gratis juga diberikan kepada masyarakat yang melintas di jalan utama depan Mapolres Lamsel.

Sebelumnya, Satlantas Polres Lamsel juga melakukan upaya mengedepankan keselamatan berlalulintas kepada pelajar. Pemberian contoh pelaksanaan keselamatan berlalulintas dengan menggunakan helm bagi pengendara roda dua disertai pemberian tas kepada sejumlah siswa sekolah TK dan SD. Program tersebut dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, di antaranya menggunakan helm berstandar.

Lihat juga...