Polisi Pengganti Sandera Serangan Supermarket di Prancis Tewas

Ilustrasi -Dok: CDN

PARIS – Seorang polisi, yang secara sukarela menggantikan posisi seorang sandera selama pengepungan berdarah di pasar swalayan di Prancis barat daya pada Jumat (23/3/2018) akhirnya meninggal.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb mengatakan, polisi yang diketahui bernama Arnaud Beltrame tersebut meninggal setelah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Petugas  yang pernah bertugas di Irak tersebut dilarikan ke rumah sakit dan berjuang untuk hidup setelah pengepungan dimana Dia bertukar peran dengan perempuan sandera di toko Super U di kota Trebes, dekat pegunungan Pyrenees, yang membagi Prancis dengan Spanyol. (Baca : https://www.cendananews.com/2018/03/dua-tewas-dalam-aksi-penyanderaan-di-pasar-swalayan.html).

“Dia meninggal sebagai pahlawan, menyerahkan hidupnya untuk menghentikan pembunuh,” kata pernyataan Presiden Emmanuel Macron.

Penyerang pada Jumat (23/3/2018) itu dikenali pihak berwenang sebagai Redouane Lakdim, warga Prancis keturunan Maroko berusia 25 tahun dari Kota Carcassonne. Lakdim tinggal di kota yang tidak jauh dari Trebes yang dikenal sebagai kota tenang dengan sekitar 5.000 penduduk.

Lakdim dikenal oleh pihak berwenang atas penjualan narkoba dan kejahatan kecil lainnya. “Keberadaanya juga telah diawasi oleh layanan keamanan pada 2016-2017 karena hubungan dengan gerakan Salafis radikal,” ujar Jaksa Paris Francois Molins.

Penyerangan dimulai ketika Lakdim menembak sekelompok polisi pengaman joging dan juga menembak penumpang mobil yang dicurinya. Karena aksi Lakdim tersebut tercatat tiga orang tewas dan 16 lainnya mengalami luka-luka. Kematian Beltrame menambah jumlah korban tewas menjadi empat.

IS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dan Presiden Macron mengatakan dinas keamanan sedang memeriksa klaim tersebut. Lebih dari 240 orang telah tewas di Perancis akibat serangan sejak 2015 oleh kelompok yang bersumpah setia kepada IS atau diilhami oleh kelompok tersebut.

Prancis adalah bagian dari sekelompok negara yang pesawat tempurnya telah membom kubu IS di Irak dan Suriah, di mana kelompok itu telah kehilangan banyak tanah dalam beberapa bulan terakhir. Satu serangan bertubi-tubi oleh kelompok bersenjata dan pembom bunuh diri menewaskan 130 orang di Paris. Sementara serangan lain menewaskan hampir 90 orang ketika seorang pria dengan sebuah truk menabrak kerumunan orang yang berpesta di kota pantai Riviera Nice.

Beltrame saat di usia pertengahan 40-an, adalah seorang penerjun payung berkualifikasi dan bertugas untuk serangan di Irak pada 2005. Beltrame juga bekerja sebagai bagian dari Garda Republik elit yang melindungi kantor presiden Prancis Elysee Place dan tempat tinggalnya di Paris.

Serangan pada toko Super U merupakan serangan mematikan pertama di Prancis sejak Oktober 2017. Sebelumnya, seorang pria menikam dua wanita muda hingga tewas di kota pelabuhan Marseille sebelum para tentara membunuhnya.

Beberapa serangan selama setahun terakhir tercatat menargetkan polisi. Menanggapi hal tersebut, tentara dikerahkan dalam jumlah besar untuk melindungi warga sipil serta berpatroli di tempat-tempat sensitif seperti bandara dan stasiun kereta api. (Ant)

Lihat juga...