Mendag Sidak Harga Sembako di Pasar Legi Solo

Editor: Koko Triarko

SOLO — Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, mengunjungi Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah. Kunjungan ini berkaitan dengan pemantauan harga sembako di pasaran, sekaligus sebagai antisipasi lonjakan harga jelang bulan puasa, Juni mendatang.

Saat blusukan di pasar tradisional di Solo ini, Mendag didampingi Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Sesekali Mendag berhenti di los pedagang sembako dan menanyakan sejumlah harga kebutuhan pokok. Mulai dari beras, telur, daging, hingga bawang dan komoditi pangan lainnya.

Tak hanya itu, Enggartiasto Lukita juga memantau peredaran beras Bulog  yang ada di pasar tradisional, sebagai salah satu alternatif warga yang ingin membeli beras dengan kualitas sedang, dan harga lebih murah.

“Harga beras saat ini sudah mulai turun. Untuk yang medium harganya Rp10.000 per kilogram. Itu saya jualnya,” kata Rusmirah, salah satu pedagang sembako di Pasar Legi, kepada awak media, Selasa (6/3/2018).

Penurunan harga beras juga terjadi pada beras Bulog, dari semula Rp8.300 saat ini turun Rp100, menjadi Rp 8.200 per kilogram. “Kalau dari Bulog harga Rp8.300 saya jual Rp9.300. Naik seribu rupiah,” imbuh perempuan 60 tahun itu.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengaku sengaja turun ke pasar tradisional untuk memastikan harga sembako masih dalam kondisi aman.  Menghadapi bulan Ramadhan yang jatuh pada Juni mendatang, sudah mulai dilakukan antisipasi oleh pemerintah. Termasuk ketersediaan beras maupun berbagai komoditi kebutuhan pokok lainnya.

“KIta akan grojokkan (turunkan) beras di pasaran. Berapa pun yang dibutuhkan pemerintah siap, termasuk yang dari impor. Untuk stok nasional saat ini sudah siap karena masih cukup,” kata Mendag, di sela kunjungan di Pasar Legi.

Keberadaan beras Bulog, imbuh Enggartiasto Lukita, tak lagi disebar melalui Operasi Pasar (OP). Tetapi akan diberikan langsung kepada pedagang beras maupun sembako. Dan, kedatangan di Solo itu tak lain untuk memastikan beras Bulog telah sampai di pedagang.

“Tinjuan ke pasar ini sekaligus untuk mengecek Bulog yang menyediakan beras yang sudah diproses dengan harga medium, dan sudah tersedia di semua pedagang beras. Ini untuk antisipasi  menjelang bulan Ramadhan, agar tidak terlalu membebani masyarakat,” terangnya.

Ditambahkan, saat Ramadhan nanti, pemerintah memastikan ketersediaan beras aman. Salah satu upaya untuk persiapan Ramadhan dan Lebaran adalah dengan menggalakkan program serap gabah (sergab) hasil panen petani.

“Kalau sekarang ada barang (beras) yang kualitasnya lebih baik dan dijual dengan harga sama, ini tentu bisa jadi alternatif. Hasil panen dari petani pasti akan diserap Bulog, jadi tidak perlu khawatir,” tandasnya.

Lihat juga...