Mall di Rusia Kebakaran, Puluhan Orang Menjadi Korban

Ilustrasi bendera Rusia - Dokumentasi CDN

MOSKOW – Para penyelidik Rusia meninjau kebakaran yang menewaskan sedikitnya 64 orang di pusat perbelanjaan di kota Siberia, Kemerovo. Hasil penyelidikan sementara, seorang penjaga keamanan disebut-sebut telah mematikan sistem peringatan kebakaran dalam kejadian tersebut.

Temuan lainnya adalah keberadaan pintu keluar yang diblokir secara ilegal. Sementara kejadian tersebut menjadi salah satu kebakaran yang paling mematikan di Rusia sejak pecahnya Uni Soviet.  Kebakaran melalap lantai atas pusat perbelanjaan Winter Cherry pada Minggu (25/3/2018) sore. Di area yang terbakar terdapat kompleks bioskop dan area bermain anak-anak. Puluhan anak-anak dikhawatirkan berada di antara korban tewas.

Presiden Vladimir Putin, yang terpilih kembali akhir pekan lalu, belum berbicara secara terbuka tentang tragedi tersebut. Hanya saja dilaporkan Putin telah berbicara melalui telepon dengan gubernur wilayah Kemerovo dan mengirim kepala Kementerian Situasi Darurat ke Kemerovo, wilayah penghasil batubara sekitar 3.600 kilometer arah timur Moskow.

“Putin menyampaikan rasa belasungkawanya yang mendalam kepada keluarga dan orang-orang yang dicintai dari mereka yang meninggal,” demikian pernyataan Kremlin, Senin (26/3/2018).

Komite Investigasi Rusia yang menangani kejahatan besar mengatakan, mereka berusaha menangkap pemilik mall untuk diinterogasi. Termasuk ingin menahan seorang penjaga keamanan yang telah mematikan sistem peringatan kebakaran setelah mengetahui adanya kobaran api.

“Pelanggaran serius terjadi ketika mall sedang dibangun dan ketika mall berfungsi. Pintu keluar kebakaran diblokir,” demikian juru bicara komite investigasi Rusia Svetlana Petrenko.

Petrenko mengatakan, para penyelidik telah membuka proses penyelidikan kriminal pada kebakaran tersebut. Mereka berusaha mencari kemungkinan adanya pelanggaran lainnya. Empat orang dilaprokan telah ditahan, termasuk pemilik dan penyewa gerai di dalam mall.

Layanan darurat mengatakan mereka telah memadamkan kobaran api, tetapi kemudian mengatakan bahwa api hidup kembali di beberapa tempat. Para penyelamat yang sedang berusaha memadamkan api menemukan mayat di bawah puing-puing yang membara. Tidak jelas apakah ada orang-orang yang masih belum ditemukan dari kejadian tersebut.

Menteri Kesehatan Veronika Skortsova mengatakan, dari tempat kejadian ada 11 orang berada di rumah sakit , termasuk seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang berada dalam kondisi serius. (Ant)

Lihat juga...