Kopi dan Jamu Indonesia Disukai Orang Jerman
BERLIN – Minuman kopi Indonesia dari berbagai daerah diserbu pengunjung Paviliun Indonesia dalam pameran pariwisata terbesar di dunia ITB Berlin, yang berlangsung di gedung Messe Berlin pad Rabu-Minggu (7-1/3/2018).
Sejak pagi, para pengunjung sudah antri di pojok kopi Paviliun Indonesia yang ingin mencoba sensasi minuman kopi asal Indonesia yang memang beda dengan instan kopi dari Barat.
Penyaji atau barista dari Home Coffee Roastery, Deryl Juniar, mengungkapkan bahwa dalam ITB Berlin tahun ini ia menyajikan kopi spesial Indonesia dari lima daerah yang berbeda.
Deryl yang juga berprofesi Roaster dari Solo ini memilih Kopi Aceh gayo, Bali Kintamani, Flores Bajawa, Toraja Enrekang, dan Java Ijen untuk diperkenalkan ke pengunjung pavilion indonesia. Dikatakannya, kelima macam kopi tersebut berbeda karakter dan kualitas, serta sudah diakui masyarakat dunia penggemar dan peracik kopi (barista), karena dinilai bercita rasa yang sangat unik, seperti Bali Kintamani yang mempunyai rasa dominan Jeruknya karena kebanyakan orang Jerman menyukai rasa kopi yang pahit.
“Di sinilah tugas kita untuk memperkenalkan cita rasa dari berbagai jenis kopi yang ada di Indonesia,”ujarnya, Jumat (9/3/2018).
Deryl juga juga memperkenalkan minuman tradisional Indonesia hasil racikan Khair Zarrah, contoh minuman Nusantara seperti Jamu Kunyit Asam, Wedang Jahe, Bir Pletok khas Betawi. Minuman tradisional tersebut mendapat banyak komentar positif dari para pengunjung. Bahkan, beberapa pengunjung ingin dapat membeli minuman-minuman tersebut dalam bentuk kemasan.
Selain itu, pojok kopi Indonesia juga mendapat dukungan dari peracik minuman tradisional asal Yogyakarta, Retno Wulandari, yang meracik dan menggali kembali minuman tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia seperti Wedang Pokak dari Madura, Jakencruk dari Wonosobo, Bir Mataram dari Jogjakarta, Sinom dari Surabaya dan banyak lagi wedang dari seluruh Nusantara.
Pada umumnya, para pengunjung rela antre untuk mencicipi minuman-minuman khas indonesia. Delegasi Indonesia berharap, di ITB Berlin bisa mengembangkan promosi Indonesia dan tujuan pariwisata ke berbagai daerah Nusantara, sekaligus menjadikan kopi dan minuman tradisional sebagai salah satu promosi memperkenalkan indonesia kepada widatawan mancanegara. (Ant)