HNSI Sumut: Harga Jaring Milineum Sulit Dijangkau Nelayan
MEDAN — Nelayan di Sumatera Utara sulit mendapatkan jaring penangkap ikan milineum ramah lingkungan yang disarankan oleh pemerintah karena harganya bisa mencapai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.
Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Nazli di Medan, Kamis, mengatakan jaring milineum produk baru pengganti Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Nets) sulit diperoleh nelayan karena harganya relatif tinggi.
Pemerintah melalui Kementeian Kelautan dan Perikanan (KKP), menurut dia, dapat memberikan keringanan kepada nelayan untuk bisa memperoleh jaring milineum tersebut.
“Karena alat penangkap ikan yang baru itu, dan telah diizinkan oleh pemerintah, tapi tidak akan mampu dibeli nelayan tradisional ” ujar Nazli.
Ia mengatakan, pemerintah agar dapat mencari solusi atau memberikan bantuan kredit kepada nelayan kecil untuk mendapatkan jaring milineum.
Selama ini, belasan ribu nelayan di wilayah Sumatera Utara (Sumut) terpaksa menganggur karena tidak bisa mencari ikan ke laut disebabkan tidak memiliki jaring milenium.
Apalagai, Pukat Hela dan Pukat Tarik juga dilarang digunakan, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikan Nomor 02 Tahun 2015 yang harus dipatuhi nelayan.
Sejak bulan Januari 2018, yang namanya alat tangkap Pukat Hela dan Pukat Tarik tidak diperbolehkan lagi beroperasi di wilayah perairan Indonesia.
Bagi nelayan yang ketahuan menggunakan alat tangkap ikan ilegal itu, tentunya diberikan sanksi hukum yang tegas dan menyita kapal milik mereka.
Dengan kehadiran jaring milineum itu, tentunya tidak diperbolehkan lagi bagi nelayan di Sumut menggunakan alat tangkap sejeni Pukat Harimau yang merusak lingkungan itu.
“Seluruh nelayan di tanah air, harus menggunakan alat penangkapan ikan jaring milineum yang dinilai efisien, simpel dan cocok di perairan Indonesia,” kata Wakil Ketua HNSI Sumut itu.
Jaring milenium merupakan modifikasi jaring insan (gill net) yakni jaring yang terbuat dari nylon multifilament twine dan alat itu diberi nama jaring milenium karena di dalam perairan jaring ini memantulkan cahaya dan berwarna blink atau mengkilap.
Kelebihan dari jaring milenium itu ketika dioperasikan di dalam air, maka benang pada badan jaring akan membuka pilinannya karena faktor arus, sehingga ikan target ketika menabrak jaring, maka ikan yang tertangkap tidak hanya terjerat pada bagian insang saja, tetapi juga bagian duri, sirip, operkulum dan sebagainya karena menyangkut ke dalam benang pilinan yang terbuka, sehingga ikan mudah tertangkap.
Dengan menggunakan jaring milenium, diharapkan nantinya dapat meningkatkan produksi tangkapan ikan nelayan dan menjadi alternatif diversifikasi alat tangkap yang ramah lingkungan.[ant]