Guteres Dikejutkan Penilaian Jenderal Myanmar Terhadap Rohingya
NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dikejutkan pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat Myanmar Min Aung Hlaing mengenai etnis minoritas orang Rohingya di negaranya.
Dalam sebuah pertemuan di Negara Bagian Kachin, Myanmar Utara, sang Jenderal Senior Angkatan Darat Myanmar itu dilaporkan menyebut orang Rohingya sebagai orang Benggala. Orang Rohingya tidak memiliki karakter atau kebudayaan yang sama dengan etnik Myanmar.
“Sekretaris jenderal terkejut dengan laporan hari ini mengenai pernyataan yang dikeluarkan oleh Jenderal Senior Myanmar U Min Aung Hlaing,” kata Wakil Juru Bicara Guterres, Farhan Haq dalam sebuah pernyataan, Selasa (27/3/2018).
Sekjen PBB tersebut mendesak semua pemimpin di Myanmar agar mengambil sikap bersatu melawan hasutan kebencian dan mendorong terwujudnya keharmonisan masyarakat. Kepemimpinan semacam itu sangat diperlukan untuk memajukan langkah kelembagaan guna memerangi diskriminasi dan menerapkan saran Komisi Penasehat Rakhine.
Guteres sebut Farhan, kembali menyampaikan pentingnya penanganan pangkal kerusuhan dan tanggung-jawab Pemerintah Myanmar untuk menyediakan keamanan dan bantuan buat mereka yang memerlukan. Penting dipastikan keadaan orang Rohingya untuk bisa pulang secara sukarela, aman dan bermartabat ke Myanmar.
Milisi Rohingya melancarkan serangan mematikan terhadap pasukan keamanan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, pada 25 Agustus 2017. Tindakan itu menyulut aksi pembalasan oleh tentara pemerintah dan penjaga keamanan Myanmar. Sebanyak 688.000 pengungsi Rohingya telah menyeberangi perbatasan ke negara tetangga Myanmar, Bangladesh, sampai Februari 2018. (Ant)