Dampak Banjir, Pelajar Terpaksa ke Sekolah Tidak Pakai Sepatu
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Luapan sungai Way Sekampung yang melanda sekitar 31 rumah di desa Bandar Agung kecamatan Sragi terus meninggi setelah semula sempat surut. Ketinggian air mencapai 30 cm hingga 50 cm.
Meski demikian, genangan air yang kembali meninggi tidak berdampak terhadap aktifitas belajar mengajar seperti halnya di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Guppi 05 dusun Umbul Besar.
Kepala MI Guppi 05, Herlina menyebutkan, pengaruh terjadi saat berangkat dan pulang sekolah. Saat hari biasa murid berangkat menggunakan sepatu namun saat banjir siswa harus menenteng sepatu dan mengenakkannya saat sudah berada di kelas.
“Murid harus berangkat sekolah tanpa sepatu karena jalanan tergenang air,” terang Herlina saat dikonfirmasi Cendana News di sekolah yang berada di dalam tanggul penangkis tersebut, Jumat (9/3/2018).
Sebanyak 91 murid dari kelas 1 hingga kelas 6 masih tetap melakukan aktivitas belajar di sekolah seperti biasa. Beberapa di antaranya tidak masuk karena demam terdampak cuaca yang ekstrem. Selain itu, beberapa murid lainnya juga ada yang terserang penyakit gatal-gatal dan diare.

Firdaus, salah satu warga menyebutkan total warga terdampak banjir luapan sungai Way Pisang di dusun Bunut dan Umbul Besar hingga kini berjumlah sebanyak 31 rumah . Jumlah tersebut bisa bertambah atau berkurang menyesuaikan kondisi luapan air sungai Way Sekampung.
“Saat hujan di wilayah Lampung Selatan masih berlangsung dan kondisi air pasang luapan sungai Way Sekampung bahkan bisa menggenangi puluhan rumah, maka kami selalu waspada,” beber Firdaus.
Selain itu dampak banjir juga dirasakan siswa SMP dan SMA yang tinggal di wilayah tersebut. Mereka terpaksa untuk pergi sekolah harus melewati tanggul penangkis yang becek dan sulit dilalui meski saat ini mulai diperbaiki oleh warga dengan pembersihan rumput dan penimbunan tanah.
“Jika tidak kami perbaiki akses warga terganggu terutama siswa yang berangkat dan pulang sekolah karena tanggul menjadi jalur alternatif bagi warga untuk beraktivitas,” beber Firdaus.
Ia berharap dengan banjir yang sudah memasuki hari keempat dinas kesehatan dapat memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan bagi warga dan anak anak. Selain pemeriksaan kesehatan warga menurut Firdaus juga berharap mendapatkan bantuan obat-obatan untuk gatal gatal yang mulai diderita sebagian anak anak di area terdampak banjir.