Bantul tak Tambah Pasar Rakyat

Ilustrasi. Pedagang pasar. Dokumentasi CDN

BANTUL  – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta tidak menambah jumlah pasar rakyat atau membangun pasar baru di wilayah yang belum terdapat pusat aktivitas jual beli tradisional tersebut.

“Kita tidak membuka pasar baru, karena kalau membangun pasar baru berarti di situ ada embrio munculnya aktivitas perdagangan, namun sejauh ini tidak ada,” kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi di Bantul, Selasa.

Menurut dia, selain tidak ada embrio untuk mendirikan pasar baru, alasan tidak membangun itu karena tidak ingin menggeser keberadaan pasar rakyat lama, sehingga pemerintah daerah lebih prioritas memberdayakan pasar rakyat yang sudah ada.

Ia menyebutkan, saat ini di Bantul terdapat sekitar 30 pasar rakyat yang tersebar di 17 kecamatan, dan persebarannya sudah merata tinggal bagaimana memaksimalkan kapasitas, penambahan sarana prasarana hingga perbaikan fisik bangunan.

“Jadi yang benar adalah membuat pasar yang sudah ada sebelumnya, kalaupun ada pembangunan pasar baru itu karena bertujuan memindah pedagang pasar lama di tempat baru, itupun lokasinya tidak terlalu jauh,” katanya.

Ia mengatakan, salah satu contoh adalah pembangunan Pasar Ngipik di Banguntapan yang selesai dimanfaatkan pada 2017 itu karena pemindahan lokasi, karena lokasi pasar lama dianggap kurang representatif selain mengganggu arus lalu lintas juga kurang luas.

“Pembangunan pasar baru itu bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memberdayakan pedagang lama, tentu dengan menyediakan pasar yang lebih nyaman, bersih serta fasilitas memadai,” katanya.

Subiyanta mengatakan, meskipun ada embrio dibuatkan pasar baru, itu tidak untuk level kabupaten melainkan hanya tingkat desa dengan kapasitas yang terbatas untuk pedagang khas desa yang dikelola oleh pemerintah desa setempat.

“Jadi kalau kita dari anggaran APBD itu hanya fokus merehab sebagian bangunan pasar atau rehab total pasar yang sudah ada. Tahun ini ada lima pasar yang akan kita rehab, rehab pasar ini sekaligus penataan zonasi pedagang sesuai dagangannya,” katanya. (Ant)

Lihat juga...