Tersangka Perekrut IS di Filipina Tertangkap

Ilustrasi Bendera Filipina - Foto: Dokumentasi CDN

MANILA – Pasukan keamanan Filipina menangkap warga asing yang dicurigai menjadi perekrut warga negara tersebut untuk menjadi anggota Islamic State (IS). Pelaku diketahui bernama Fehmi Lassoued yang ditangkap bersama pacarnya Anabel Salipada yang merupakan warga negara Filipina.

Direktur Jenderal Kepolisian Filipina Ronald dela Rosa mengatakan, Fehmi Lassoued dan Anabel Salipada, ditangkap di sebuah rumah susun sewaan. Letaknya beberapa blok dari kantor kedutaan Amerika Serikat di ibu kota, Manila. “Penyelidikan menyeluruh dilakukan untuk menentukan tingkat keterlibatan mereka dengan kelompok ancaman internasional dan dalam negeri,” kata dela Rosa.

Rosa menyebut, sekutu intelijen asing memberikan rincian jatidiri dan kegiatan Lassoued di Filipina. Dari penangkapan tersebut, polisi menunjukkan pistol, peluru dan bahan untuk membuat peledak serta bendera hitam IS. Barang-barang tersebut hasil sitaan dari tangan Lassoued dan Salipada.

“Kemungkinan besar, dia ada di sini dengan maksud untuk merekrut simpatisan ISIS di Mindanao,” kata dela Rosa.

Diketahui oleh Rosa, Lassoued telah melakukan perjalanan ke Malaysia, Filipina dan Turki dalam dua tahun terakhir. Tercatat Lassoued pertama kali tiba di Manila pada Juni 2016 dengan mempergunakan paspor Tunisia. Dari penelusuran yang dilakukan akhirnya diketahui bahwa paspor tersebut adalah palsu.

Lassoued lahir di Uni Emirat Arab dan merupakan seorang keturunan Libya dan Tunisia. Lassoued diketahui tinggal di Suriah selama bertahun-tahun. “Tersangka tersebut mungkin telah membantu merekrut kelompok Maute pro-ISIS, yang memimpin pengepungan Kota selatan Marawi di tahun lalu,” tambahnya.

Saat hadir di depan jaksa, Lassoued membantah tuduhan polisi. Dia mengatakan meninggalkan Suriah saat IS berusaha membangun dasar pergerakan di sana. (Ant)

Lihat juga...