Sentra IKM Jata Kapa, Berdayakan Perajin Tenun Ikat Sikka
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Sentra tenun ikat di ‘Sikka Inovation Center’ (SIC) yang diberi nama Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Jata Kapa, yang berarti memintal benang, diharapkan dapat memberdayakan perajin tenun ikat dan mampu menghasilkan produk sesuai permintaan pasar.
“Selain melaksanakan kegiatan tenun ikat, di sini juga terdapat unit pengolahan untuk mengolah kain tenun menjadi produk sesuai permintaan pasar, seperti pakaian, tas, dompet, sandal dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM kabupaten Sikka, Ir. Lukman, M.Si., Selasa (13/2/2018).
Menurut Lukman, di sentra industri ini terdapat 10 unit alat tenun tradisional yang sudah dimodifikasi serta 30 unit mesin berskala indutsri, dengan berbagai fungsi untuk mengolah kain tenun. Juga sebagai tempat untuk mengembangkan potensi unggulan daerah, khususnya tenun ikat.

“Adanya sentra tenun ikat ini sekaligus memberi nilal tambah, melalui sentuhan teknologi sehingga hasilnya tidak semata-mata untuk sarung dan baju, tetapi juga untuk tas, sepatu, sandal, kain gordin maupun aksesoris lainnya,” ungkapnya.
Sentra tenun, tambah Lukman, juga sebagai pusat informasi, kegiatan atau pelatihan dan pembinaan bagi kelompok tenun ikat, baik dari segi pengelolaan kelembagaan, manajemen produksi, pemasaran, manajemen keuangan maupun strategi pengembangan usaha.
“Sentra tenun ini juga menyerap tenaga kerja sekitar 60 orang dan memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian masyarakat kabupaten Sikka,” tuturnya.
Yanti, penenun dari Sanggar Dokar Tawa Tana, mengatakan, pihaknya selain menenun kain tenun dengan bahan dasar kapas dan menggunakan pewarna alami, juga menenun kain tenun dari benang pabrik yang menggunakan pewarna kimia.
Kain tenun yang dihasilkannya langsung dijual di sentra tenun ikat ini, untuk diproduksi sesuai dengan produk yang diinginkan. Harga jual kain tenun yang dihasilkan pun sesuai harga pasar, tergantung motif, jenis benang dan juga pewarna yang dikenakan.
“Biasanya selembar kain tenun dijual seharga Rp300.000 sampai Rp1,5 juta selembar. Dengan demikian, kain tenun dari perajin pun bisa terserap di sini, sehingga tidak kesulitan untuk menjualnya lagi,” tuturnya.