Proyek Jalan Layang di Jakarta Jangan di Hentikan
Editor: Mahadeva WS
JAKARTA – Proyek pembangunan kalan layang yang berlangsung di Jakarta diminta untuk tidak dihentikan. Permintaan tersebut sehubungan dengan keluarnya moratorium dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI untuk menghentikan sementara semua kegiatan pembangunan jalan layang.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan, permintaan agar kegiatan di Jakarta tidak dihentikan dikarenakan akan berpengaruh pada target penyelesaian sebelum perhelatan Asian Games 2018.
“Kita akan minta tidak ada moratorium buat struktur di DKI Jakarta. Biarkan saja jalan, karena moratorium itu akan ada halangan waktu. Apalagi dua minggu, tiga minggu kan sayang,” ucap Saefullah di kawasan Jakarta Timur, Kamis (22/2/2018).
Menurutnya moratorium yang diusulkan Kemen PUPR amat mengganggu berjalannya pembangunan yang ada di Jakarta. Terlebih saat ini kegiatan yang dilakukan sudah memasuki tahap akhir. “Kalau posisinya masih gali-gali pondasi bawah memang nggak begitu kelihatan. Tapi kan posisi kita sudah di atas semua. saya rasa sangat terganggu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kemen PUPR menghentikan untuk sementara waktu seluruh pekerjaan proyek infrastruktur berat di atas permukaan atau melayang (elevated). Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberlakukan moratorium penghentian kegiatan pada 20 Februari lalu.
Kebijakan tersebut diambil sebagai tindak lanjut terhadap kejadian ambruknya bekisting pearhead di salah satu titik proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu. Tercatat kejadian tersebut berimbas pada jatuhnya korban tujuh orang mengalami luka. Sebelum kejadian tersebut, beberapa peristiwa mirip dengan kejadian ini sudah kerap terjadi di Indonesia.
Basuki menyebut, keputusan apakah kegiatan bisa dilanjutkan atau tidak setelah moratorium, sangat tergantung dari hasil audit yang dilakukan KKK. “Setiap proyek dengan pekerjaan berat melayang tersebut, bisa atau tidak diteruskan ada di KKK. Jadi, go (lanjut) atau no go (tidak lanjut) tergantung hasil audit,” kata Basuki.