Probowidiono: Reog Ponorogo dalam Proses Pengakuan UNESCO
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
JAKARTA — Reog Ponorogo, kesenian tradisional Jawa Timur akan menambah deretan daftar budaya Indonesia yang diakui UNESCO, setelah Batik, Wayang, dan Benda Pusaka atau Keris.
“Alhamdulillah Reog Ponorogo ini sudah daftar ke Unesco. Insha Allah prosesnya hampir selesai,” kata Probowidiono, Pelatih Reog Ponorogo kepada Cendana News ditemui di sela-sela pelatihan Reog Ponorogo se-Jabodetabek di Anjungan Jawa Timur TMII, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).
Menurutnya, Dinas Pariwisata Ponorogo sudah bulak-balik Ponorogo-Jakarta untuk mengurus pendaftaran Reog Ponorogo ke kantor UNESCO.
“Saya sendiri tahu proses ngurus pendaftarannya itu,” ucap Probowidiono.
Ditegaskan dia, jika Reog Ponorogo diakui UNESCO sebagai budaya warisan Indonesia yang dunia. Ini sangat bagus bisa memperkuat hak milik budaya Indonesia. Reog Ponorogo ini milik Indonesia, bukan hanya milik warga Ponorogo saja.
“Reog Ponorogo ini milik Indonesia dan seluruh dunia bisa melestarikannya. Tapi jangan sampai ada (negara) lain mengakui,” ujar guru tari ini.
Sepertinya, sebut dia, Reog Ponorogo pernah diakui negara Malaysia. Ketika itu, masyarakat Ponorogo sangatlah marah. Tetapi kata dia, kemarahannya itu tidak disampaikan dengan sikap arogan. Karena dunia juga sudah tahu Reog asalnya dari Ponorogo tidak bisa kemudian diakui oleh Malaysia.
Pria lulusan Sendra Klasik Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini mengimbau kalau negara lain ingin mengklaim kebudayaan Indonesia, mohon berpikir, tidak mungkin kesenian Reog berasal dari Malaysia. Kalau berkembang di negara tersebut mungkin saja karena penduduk Indonesia itu banyak melanglang buana ke seluruh dunia.
“Tolonglah kalau mau mengklaim berpikirlah dulu, di mana latar belakang kesenian itu,” tegas pria kelahiran 23 tahun ini.
Dia berharap semoga mengakuan negara lain terhadap seni budaya Indonesia jangan terjadi lagi.
Selain itu, Probowidiono juga berharap generasi muda Indonesia bisa lebih peduli lagi terhadap kesenian tradisional bukan saja Reog Ponorogo. Tetapi ragam seni budaya seluruh provinsi Indonesia.
Karena menurutnya, Indonesia ini kaya akan budaya dan diyakini di setiap suku bangsa itu beribu-ribu kesenian warisan nenek moyang.
“Saya berharap generasi ‘jaman now’ lebih peduli terhadap seni budaya Indonesia, harus terus dilestarikan agar tidak punah atau diakui negara lain,” pungkasnya.