Pemerintah Bangun Empat Toko Indonesia di Kaltara

Ilustrasi wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia - Foto: Dokumentasi CDN

NUNUKAN – Pemerintah pusat akan membangun empat pasar dengan nama Toko Indonesia di wilayah perbatasan dengan Malaysia di Provinsi Kalimantan Utara.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menyebut, pasar yang diistilahkan sebagai Toko Indonesia ini menyediakan khusus kebutuhan pokok sehari-hari. “Keberadaannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan dari produk-produk Indonesia,” jelasnya, Sabtu (3/2/2018).

Menurutnya, usulan Pemprov Kaltara mengenai pembangunan pasar atau Toko Indonesia direspon baik oleh pemerintah pusat. Pembangunan Toko Indonesia ini dengan dana bersumber dari APBN dalam bentuk dana alokasi khusus (DAK) atau tugas perbantuan (TP). “2018 ini pemerintah pusat akan membangun empat Toko Indonesia di Kaltara khusus di wilayah perbatasan dengan Malaysia,” tambahnya.

Dana yang disediakan pemerintah totalnya sebesar Rp24 miliar atau Rp6 miliar masing-masing toko atau pasar yang akan dibangun tersebut. Adapun lokasi pembangunan Toko Indonesia tersebut masing-masing dua di Kabupaten Nunukan yakni Kecamatan Lumbis Ogong dan Sebatik perbatasan dengan Negeri Sabah.

Kemudian dua toko lagi akan dibangun di Kabupaten Malinau di Kecamatan Kayan Selatan dan Kecamatan Kayan Hilir perbatasan dengan Negeri Sarawak, Malaysia. “Kedua Toko Indonesia di Kabupaten Nunukan berbentuk pasar pujasera sedangkan di Kabupaten Malinau berbentuk pasar saja,” tambah Irianto.

Dana pembangunan toko akan dimasukkan kedalam APBD masing-masing kabupaten. Sehingga proses lelang pembangunannya dilakukan masing-masing di daerah. Selain bantuan dari APBN, Provinsi Kaltara juga menganggarkan melalui APBD 2018 senilai Rp13 miliar untuk pembangunan pasar di Desa Panca Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan.

Kemudian pembangunan pasar di Pulau Bunyu dan Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan. Pada 2017, Pemprov Kaltara telah merealisasikan pembangunan Toko Indonesia di Kecamatan Krayan dengan anggaran sebesar Rp5 miliar. (Ant)

Lihat juga...