Meriahkan HUT Marinir ke-72, Prajurit Jajal Rute Lomba

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Ratusan peserta lomba renang dan dayung lintas Selat Sunda 2018 rangkaian HUT Korps Marinir ke-72 mulai menjajal rute sejauh 10 kilometer.

Menurut wakil komandan kontingen renang dan dayung pasukan marinir 1 Surabaya, Letnan Kolonel (Mar) Bakti Dasasi, sesi latihan dilakukan untuk memperkenalkan peserta medan yang akan dilintasi.

Letnan Kolonel (Mar) Bakti Dasasi menyebut, peserta lomba renang dan lomba dayung menjajal rute sejauh 10 kilometer dari dermaga PT. Bandar Bakau Jaya (BBJ) menuju ke Pulau Rimau Balak, Lampung Selatan. Sebagai sesi latihan para peserta renang dan dayung akan melewati rute yang telah ditetapkan dengan tanda-tanda bendera serta pelampung.

“Tim SAR serta kesehatan lapangan akan disiagakan di jalur yang dilintasi sehingga para peserta yang mengalami kendala bisa mendapat penanganan segera,” terang wakil komandan kontingen renang dan dayung pasukan marinir 1 Surabaya, Letnan Kolonel (Mar) Bakti Dasasi, saat memberikan arahan kepada para peserta sebelum melakukan sesi latihan, Kamis (22/2/2018).

Para peserta lomba renang lintas Selat Sunda 2018 HUT korps marinir ke-72 mulai menjajal rute pelabuhan PT. BBJ ke Pulau Rimau Balak [Foto: Henk Widi]
Salah satu semangat yang digelorakan kepada para prajurit marinir yang terlibat menurut Letkol (Mar) Bakti Dasasi di antaranya dengan semangat tidak ada yang tidak bisa bagi prajurit marinir. Dengan fisik serta mental yang setiap hari ditempa dan dibina menjadikan prajurit Pasmar-1 Korps Marinir TNI AL terlatih sehingga akan selalu mampu mengemban tugas dengan sebaik-baiknya.

Pada sesi latihan tersebut, pantauan Cendana News, tim dayung pasukan marinir 1 yang turun mengikuti latihan sebanyak 24 tim dan 2 perahu karet. Perahu karet yang mulai turun di alur masuk pelabuhan penyeberangan Bakauheni tersebut di antaranya Yonmarhanlan sebanyak 7 perahu karet, Kolatmar sebanyak 1 perahu karet, Brigif 1 marinir sebanyak 4 perahu karet, Menart 3 perahu karet, Menkav sebanyak 3 perahu karet, Banpur 5 perahu karet, Taifib 1 perahu karet dan sebanyak 2 perahu karet tim SAR.

Khusus untuk latihan renang dengan pembagian tiga jalur lintasan secara berkelompok sebanyak 140 perenang dipastikan sudah mulai menjajal rute PT. BBJ dan Pulau Rimau Balak. Para peserta renang dalam latihan tersebut sekaligus mendapat panduan dari sejumlah tim SAR yang berada di perahu karet di sepanjang jalur renang.

Selain peserta lomba dayung, ratusan peserta lomba renang juga mulai melakukan sesi latihan dari pelabuhan PT. BBJ menuju satu titik di Pulau Rimau Balak dan kembali ke pelabuhan PT. Bandar Bakau Jaya. Kegiatan dalam lomba Renang Lintas Selat Sunda 2018 untuk memeriahkan HUT ke-72 Korps Marinir dikuti sebanyak 300 perenang dan 600 pendayung (72 tim) dari prajurit korps marinir.

Setelah proses latihan tersebut hingga tanggal 27 Februari berdasarkan rencana ratusan perenang dan lomba dayung akan melakukan start di pelabuhan PT. Bandar Bakau Jaya (BBJ) Jumat (2/3/2018) pada pukul 21.00. Setelah itu dilanjutkan pada pukul 03.00 (3/3) peserta lomba dayung diberangkatkan hingga tiba di finish diperkirakan pukul 09.00-11.00 di Pantai Tanjung Sekong, PT. Jumbo Power Int, Merak, Banten.

Terkait penggunaan pelabuhan PT. BBJ sebagai lokasi latihan, Kepala Operasional PT. BBJ, Asep Sulaiman, menyebut, operasional kapal penyeberangan Muara Piluk Bakauheni menuju Bojonegara Banten tidak ada hambatan. Kapal BNR II pengangkut kendaraan sebanyak 18 truk dari pelabuhan Bakauheni bahkan tetap diberangkatkan selama prajurit marinir melakukan latihan lomba dayung dan lomba renang.

Kepala Operasional PT. BBJ Asep Sulaiman memastikan operasional kapal tidak terkendala saat latihan renang dan dayung [Foto: Henk Widi]
“Operasional kapal tetap berjalan di pelabuhan Bandar Bakau Jaya karena kapal yang beroperasi di sini hanya pagi dan sore hari sehingga tidak terlalu padat dilalui kapal,” terang Asep Sulaiman.

Pantauan Cendana News, sesi latihan perahu karet para prajurit marinir berjalan dengan normal meski arus laut dari arah timur ke barat membuat para pendayung mengalami kesulitan.

Selain itu, alur masuk kapal dari Pelabuhan Merak menuju ke Pelabuhan Bakauheni membuat sebagian pendayung harus berpapasan dengan kapal roll on roll off (Roro) yang akan sandar di Pelabuhan Bakauheni.

Lihat juga...