Gambang Kromong Betawi Kesulitan Regenerasi

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Group musik tradisional Gambang Kromong kondisinya semakin tersisih. Group seperti Bintang Seroja, Betawi susah melakukan regenerasi karena generasi muda lebih suka berkiblat Barat untuk persoalan musik.   

Sebagai musik tradisional, Gambang Kromong sangat ingin bisa menjadi tuan rumah di kampung sendiri. Para pelaku seperti Mat Tani yang merupakan penyanyi di Gambang Kromong Bintang Seroja, berharap perhatian pemerintah terhadap kesenian tradisional, agar seniman tradisional bisa lebih maju.

“Alhamdulillah sekarang dipercaya untuk mengisi acara launching film Benyamin Biang Kerok,” kata Mat Tani kepada Cendana News, di belakang panggung acara Festival Benyamin Biang Kerok di halaman Kompleks Gedung Pusat Kebudayaan Betawi, Sabtu (17/2/2018).

Mat Tani, penyanyi Gambang Kromong Bintang Seroja Betawi – Foto Akhmad Sekhu

Lelaki kelahiran Jakarta, 5 November 1980 itu mengatakan, Gambang Kromong Bintang Seroja berdiri pada 1970-an. Mat Tani adalah generasi keempat dari keluarga grup gambang kromong tersebut. Bintang Seroja dikelola secara turun temurun.

Gambang Kromong Bintang Seroja yang kini dipimpin Ipang memainkan lagu klasik maupun lagu baru. “Lagu klasiknya di antaranya Jali-Jali, Stambul, Balo-Balo, Centeh Manis Berdiri, Mas Nona, Gula Ganting, Semar Gunem, Gula Ganting. Kalau lagu modernnya, lagu-lagunya yang dibawain almarhum Benyamin seperti Ondel-Ondel, Hujan Gerimis Aje, Sang Bango,” jelasnya.

Di Bintang Seroja, Mat Tani yang menjadi tokoh sentral ditemani  oleh Mpok Mala dan Mpok Ubay. Para pelaku seni tradisional tersebut membutuhkan perhatian pemerintah seperti memberikan job agar kesenian tradisional bisa terus berjalan dan seniman tradisional tenang menjalankan aktivitasnya untuk mata pencaharian.

Lihat juga...