Dua Sarana Kesehatan di Sikka Rusak Diterjang Angin Kencang

Editor: Irvan Syafari

Kepala Puskesmas Lekebai Gabriel Pelo Penditi, AMd, Kep-Foto: Ebed de Rosary

MAUMERE — Dua buah sarana kesehatan di Kecamatan Mego yakni Puskesmas Pembantu (Pustu) Wololele Desa Gera dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di Bhera mengalami kerusakan parah akibat angin kencang yang melanda Kabupaten Sikka pada 28 dan 29 Januari 2018 lalu.

“Selain atapnya rusak dan diterbangkan angin, plafon gedung juga mengalami kerusakan parah. Pelayanan kesehatan di dua desa ini tetap berjalan namun saat musim hujan tidak bisa terlaksana,” ujar Gabriel Pelo Penditi, AMd, Senin (5/2/2018).

Kepada Cendana News, Gabriel menyebutkan, pihaknya sudah menunggu pemerintah kedua desa untuk melaporkan hal ini namun belum dilakukan sehingga sebagai Kepala Puskesmas Lekebai yang membawahi dua fasilitas kesehatan ini, dirinya berinisiatif melaporkan ke Bupati Sikka.

“Hari ini saya mengantarkan surat kepada Bupati Sikka agar bisa segera dilakukan perbaikan sehingga tidak mengganggu pelayanan kesehatan di kedua desa ini. Yang paling penting atap bangunan yang harus segera diganti,” sebutnya.

Selain 2 fasilitas kesehatan ini, Pustu Khorobera dan Nangablo, Polindes di Desa Dobo, Dobo Nua Pu’u, Gera dan Khorobera tidak mengalami kerusakan apa-apa sehingga bisa melayani pengobatan kepada masyarakat.

“Kami juga tetap memantau kondisi di beberapa fasilitas kesehatan ini yang berada di bawah tanggung jawab Puskesmas Lekebai meski angin kencang sudah berlalu. Kita di Puskesmas Lekebai pun tetap siaga sebab angin kencang masih mungkin terjadi lagi,” tuturnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka Muhammad Daeng Bakir mengatakan, pihaknya sedang mengumpulkan data yang masuk dari setiap desa dan kelurahan yang ada di 21 kecamatan.

Saat ini lanjut Daeng Bakir, banyak desa yang mengalami kerusakan baik tanaman pangan, rumah maupun bangunan fasilitas pemerintah selama bencana angin kencang melanda belum memasukan data kerusakan yang terjadi.

“Kalau kepala desa setelah bencana sudah melaporkan maka kami sudah bisa melakukan perbaikan. Kami juga sudah mengusulkan penambahan anggaran untuk dana tanggap darurat dari BNPB untuk mengantisipasi terjadinya bencana kembali,’ ungkapnya.

Puskesmas Pembantu Wololele di desa Gera kecamatan Mego yang atapnya mengalami kerusakan akibat bencana angin kencang-Foto : Ebed de Rosary.
Lihat juga...