DPRD Sarankan Penerapan Minapolitan di Wondama

WASIOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mendorong konsep minapolitan untuk memacu pemanfaatan potensi kemaritiman di daerah ini.

Wakil Ketua DPRD Teluk Wondama, Remran Sinadia, menyarankan pemerintah daerah menetapkan sejumlah wilayah sebagai kawasan strategis cepat tumbuh (KSCT). “Konsep minapolitan saya rasa tepat untuk diterapkan di Teluk Wondama. Kita punya potensi kemaritiman cukup besar,” katanya, Senin (12/2/2018).

Menurutnya, daerah-daerah yang memiliki potensi perikanan, pariwisata maupun keduanya bisa ditetapkan sebagai KSCT. Ia meyakini, akan ada pertumbuhan secara signifikan pada daerah-daerah yang ditetapkan dalam KSCT.

“Kita punya daerah-daerah potensial, seperti Windesi, Kepulauan Auri, Rumberpon, dan lain-lain. Tapi, coba lihat, sudah seberapa besar potensi itu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat?” ujarnya.

Ia pun berpandangan, konsep minapolitan melalui pembentukan KSCT menjadi alternatif pilihan pemerintah daerah untuk mendongkrak perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah.

Remran berharap, bupati dan wakil bupati setempat berani membuat terobosan dalam membangun daerah yang baru berusia 12 tahun tersebut.

Ia menjelaskan, konsep minapolitan merupakan pendekatan melalui sistem manajemen kawasan cepat tumbuh layaknya sebuah kota. Melalui perencanaan yang baik, pihaknya meyakini pemerintah pusat tak akan lepas tangan.

Teluk Wondama merupakan daerah otonomi baru yang dimekarkan dari Kabupaten Manokwari. Daerah ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih.

Potensi perikanan dan pariwisata cukup besar di daerah ini. Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) saat ini sedang fokus mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat di daerah tersebut.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terus dibentuk pada sejumlah kampung yang masyarakatnya memiliki keinginan besar mengembangkan jasa lingkungan melalui konsep pariwisata.BBTNTC menginginkan, melalui BUMDes masyarakat mandiri dalam mengelola pariwisata di wilayahnya. (Ant)

Lihat juga...