Direktur Polinema: Dual System 3-2-1 Sulit Diterapkan

Editor: Koko Triarko

Direktur Polinema, Awan Setiawan. -Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Penerapan kurikulum dual system 3-2-1 menjadi salah satu poin penting dalam upaya Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti) untuk merevitalisasi Politeknik, guna meningkatkan mutu pendidikan vokasi. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Awan Setiawan, mengatakan, sebagai salah satu dari 12 Politeknik yang akan direvitalisasi, Polinema tidak mungkin bisa menerapkan kurikulum dual system 3 semester di kampus, 2 semester di industri dan 1 satu semester menyelesaikan tugas akhir (3-2-1), karena jumlah mahasiswa Polinema yang cukup banyak setiap angkatannya.

Awan mengaku pada awalnya ia sempat berpikir, bahwa yang dimaksud revitalisasi politeknik adalah pembaharuan untuk peralatan, karena kebetulan usia dari peralatan-peralatan yang dimiliki Polinema sudah berumur puluhan tahun.

“Maunya kita diperbaharui peralatannya, tapi ternyata bukan seperti itu yang dimaksud,  tapi lebih kepada revitalisasi kompetensi dosen dan mahasiswa, kurikulum yang menggunakan dual system 3-2 -1,” ucapnya.

Hanya saja, menurut Awan, kurikulum 3-2-1 tidak akan mungkin diterapkan atau diaplikasikan di Polinema.

“Dalam satu angkatan saja di Polinema ada tiga ribu mahasiswa. Kalau satu tahun atau dua semester mahasiswa di industri, berapa ratus perusahaan yang harus kita ajak kerja sama? Kecuali, Politeknik yang mahasiswanya masih sedikit,  tidak masalah”, katanya.

Menurut Awan, sudah 10 tahun ini Polinema menggunakan program 5 semester di kampus dan 1 semester di industri (5-1) untuk D3. Sedangkan untuk D4 menggunakan 7 semester di kampus dan 1 semester di industri (7-1).

Ssmentara itu, selain kurikulum 3-2-1, dalam rencana revitalisasi  Kemenristekdikti juga menerapkan 50 persen dosen Politeknik dari industri dan 50 persen dosen Politeknik dari perguruan tinggi.

Menanggapi hal itu, Awan mengaku sejak 2017 hingga sekarang, Polinema sudah memiliki dosen dari industri paling banyak daripada Politeknik yang lainnya.

“Kita ada 43 pegawai industri yang mengajar di Polinema dan itu sudah paling banyak dibandingkan Politeknik di seluruh Indonesia. Dan, itu cuma ada di tiga program studi yang bekerja sama dengan industri, di antaranya Garuda dan PLN, ” pungkasnya.

Lihat juga...