Waspada Hujan Disertai Angin Kencang Mulai Melanda Sumbar

PADANG — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau, Sumatera Barat (Sumbar), memprediksi beberapa hari ke depan wilayah pantai Sumbar akan dilanda hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang.

Hujan disertai angin kencang diprediksi berlangsung mulai sore – dini hari – pagi. Kecepatan angin kencang yang melanda wilayah pesisir pantai berada di angka 40 km per jam.

Kasi Obeservasi dan Informasi BMKG Stasiun Minangkabau, Budi Imam Samiaji, mengatakan, wilayah-wilayah yang akan dilanda hujan disertai angin kencang di Sumbar, yakni sepanjang pesisir pantai wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat, dan Kota Pariaman.

“Kondisi cuaca seperti ini telah terjadi pagi tadi, yakni hujan disertai angin kencang melanda di barat Kota Padang, Teluk Bayur/Teluk Kabung, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Tiku, Bandara Internasional Minangkabau, Pesisir Selatan,” katanya, ketika dihubungi Cendana News dari Padang, Selasa (23/1/2018).

Untuk itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terkait adanya potensi hujan dengan intensitas sedang – lebat dapat disertai angin kencang pada pagi dan dini hari di wilayah Padang, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai. Terutama untuk nelayan perlu untuk diwaspadi, sebab hujan disertai angin kencang turut mempengaruhi gelombang laut yang lebih tinggi dari kondisi normal.

Selain adanya perubahan cuaca pada awal 2018 ini, pada akhir bulan Januari ini juga akan terjadi gerhana bulan di wilayah Sumbar. Ia menyebutkan, fenomena gerhana bulan itu juga perlu diwaspadai oleh masyarakat, mengingat dampaknya kepada cuaca. Hal ini dikarenakan fenomena gerhana bulan akan membuat cuaca hujan dengan intensitas lebat, sehingga berpotensi terjadi banjir.

Menanggapi kondisi cuaca yang kurang bersahabat itu, Ketua Persatuan Nelayan Bagan Sumbar Hendra Halim, mengakui akhir-akhir ini hasil tangkap nelayan mengalami penurunan. Dari biasanya mampu menangkap ikan jenis tongkol sebanyak 100 keranjang untuk masing-masing kapal, semenjak cuaca yang terbilang kurang bagus, hasil tangkapan nelayan pun menurun, dan hanya bisa manangkap ikan sebanyak 10-30 keranjang saja.

“Memang nelayan saat ini lagi waspada juga dengan adanya kondisi cuaca yang terbilang agak buruk. Kondisi di laut saat melakukan penangkapan ikan, gelombang laut bisa mencapai dua meter lebih. Maka dari itu, aktivitas menangkap ikan pun jadi terbatas,” katanya.

Akibat dari menurunnya hasil tangkapan ikan dari nelayan, turut berdampak terhadap harga ikan di pasaran. Saat ini, harga ikan tongkol bisa mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogramnya. Sementara jika dibeli di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) harga ikan  tongkol berada pada kisaran Rp20.000 per kilogramnya.

Biasanya, harga ikan tongkol di TPI hanya berkisar Rp15.000 per kilogram, dan di tingkat pasar hanya Rp20.000 – Rp25.000 per kilogramnya.

Lihat juga...