Petani Mukomuko Kurang Berminat Program Peremajaan Karet
MUKOMUKO – Petani di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu kurang berminat meremajakan atau replanting tanaman karetnya yang sudah tidak produktif lagi. Dari catatan Dinas Pertanian setempat, petani cenderung memilih melakukan peremajaan kebun sawit.
“Petani daerah ini kurang berminat meremajakan kebun karetnya yang tidak produktif. Petani di wilayah ini hanya tertarik program peremajaan kebun sawit,” kata Kasi Kemitraan dan Perizinan Pekebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Sudianto di Mukomuko, Minggu (28/1/2018).
Pemerintah daerah setempat pada 2017 mendapatkan jatah peremajaan atau replanting kebun karet di lahan seluas 20 hektare dari pemerintah provinsi setempat. Namun tidak ada petani setempat yang mendaftarkan lahan perkebunan karetnya.
Pemerintah daerah setempat tahun ini kembali mendapat jatah peremajaan kebun karet di lahan seluas 200 hektare dari pemerintah provinsi setempat. “Jangankan untuk mendapatkan lahan kebun seluas 200 hektare, lahan seluas 20 hektare saja tidak dapat,” ujarnya.
Kendati demikian Dia menyatakan, instansinya tetap akan berusaha mencari lahan perkebunan karet yang tidak produktif. Nantinya kebun tersebut akan diusulkan untuk mendapat bantuan program peremajaan kebun karet dari pemerintah provinsi setempat.
Dinas Pertanian akan melibatkan kepala desa beserta perangkatnya untuk mencari lahan perkebunan karet yang tidak produktif di wilayahnya masing-masing. “Kita minta bantuan dari kades mencari lahan perkebunan karet yang tidak produktif untuk diusulkan mendapat bantuan program peremajaan kebun karet,” ujarnya. (Ant)